Pencarian

IDAI Ingatkan Bahaya Telur Mentah untuk Bayi, Risiko Infeksi Salmonella

Senin, 12 Oktober 2026 • 11:52:31 WIB
IDAI Ingatkan Bahaya Telur Mentah untuk Bayi, Risiko Infeksi Salmonella
IDAI mengingatkan bahaya pemberian telur mentah atau setengah matang pada bayi karena berisiko infeksi Salmonella.

KALIMANTAN SELATAN — Kasus bayi di Surabaya yang meninggal setelah diduga diberi telur mentah jadi peringatan serius soal keamanan pangan si kecil. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan telur mentah atau setengah matang tidak boleh diberikan pada bayi dan anak karena berisiko mengandung bakteri Salmonella. Berikut panduan lengkap menyajikan telur yang aman untuk MPASI.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K), menyampaikan peringatan ini menyusul ramainya kasus bayi di Surabaya, Jawa Timur, yang dilaporkan meninggal usai diduga diberi telur mentah oleh anggota keluarganya. Kejadian itu menjadi topik yang ramai dibahas di media sosial beberapa hari belakangan.

Menurut Piprim, pemberian makanan pada bayi harus selalu mempertimbangkan empat hal: usia, kebutuhan gizi, kesiapan perkembangan, dan keamanan pangan. Bukan sekadar "yang penting anak mau makan".

Kenapa Telur Mentah Berbahaya untuk Bayi?

Telur mentah atau setengah matang berpotensi terkontaminasi bakteri Salmonella. Infeksi yang ditimbulkannya, atau salmonelosis, bisa memicu diare, demam, nyeri perut, muntah, dan dehidrasi.

Pada bayi dan anak kecil, infeksi Salmonella cenderung berlangsung lebih berat dibanding orang dewasa. Komplikasi serius pun lebih mungkin terjadi karena sistem imun mereka belum matang sempurna.

ASI Tetap Makanan Terbaik, MPASI Mulai 6 Bulan

IDAI menegaskan ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan.

Setelah itu, MPASI umumnya mulai diberikan saat bayi berusia enam bulan dan dilanjutkan bersama ASI hingga usia dua tahun atau lebih. Dalam kondisi tertentu, MPASI bisa dipertimbangkan sejak usia empat bulan berdasarkan penilaian dokter dan kesiapan perkembangan bayi. Pemberian MPASI sebelum empat bulan tidak dianjurkan.

Telur Boleh Jadi MPASI, Asal Dimasak Matang

Telur yang dimasak hingga matang justru sumber protein berkualitas tinggi dan kaya zat gizi penting untuk pertumbuhan anak. Telur bisa diperkenalkan sebagai bahan MPASI sesuai usia dan kesiapan si kecil.

"Pastikan telur dimasak hingga putih dan kuning telurnya matang," kata Piprim.

Selain kematangan telur, kebersihan saat mengolah makanan juga wajib dijaga. Cuci tangan dan peralatan masak, cegah kontaminasi silang antara bahan mentah dan matang, serta hindari telur yang retak atau rusak.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

IDAI mengimbau orang tua berkonsultasi dengan dokter jika ragu soal kecukupan ASI, waktu memulai MPASI, kesiapan makan anak, atau pilihan makanan yang aman. Jangan mengandalkan informasi dari media sosial saja, apalagi yang tanpa sumber jelas.

Memberi telur pada bayi sebenarnya boleh-boleh saja, asal benar-benar matang dan diolah dengan higienis. Yang perlu dihindari adalah menyajikannya mentah atau setengah matang, meski si kecil terlihat menyukainya.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks