Pencarian

Pekan ASI Sedunia 2026 di Kotabaru, GENSAI Movement Tekankan Dukungan Keluarga dan Lintas Sektor Bukan Hanya Tugas Ibu

Minggu, 02 Agustus 2026 • 18:40:31 WIB
Pekan ASI Sedunia 2026 di Kotabaru, GENSAI Movement Tekankan Dukungan Keluarga dan Lintas Sektor Bukan Hanya Tugas Ibu
Suasana pembukaan Pekan ASI Sedunia 2026 di Gedung Mahligai Kotabaru, dihadiri Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Kotabaru, H. Minggu Basuki.

KOTABARU — Peringatan Pekan ASI Sedunia di Kabupaten Kotabaru tahun ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial tahunan. GENSAI Movement mencoba menggeser paradigma lama yang kerap menempatkan keberhasilan menyusui sebagai tanggung jawab tunggal seorang ibu.

Acara yang berlangsung di Gedung Mahligai Kotabaru itu resmi dibuka oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Kotabaru, H. Minggu Basuki, yang mewakili Bupati Kotabaru. Dalam sambutan tertulis bupati yang dibacakan, Pemkab Kotabaru menyampaikan apresiasi atas inisiatif GENSAI Movement dan para mitra kerja.

Pemkab: Momentum Strategis untuk Kesadaran Kolektif

Pemerintah Kabupaten Kotabaru menilai kegiatan ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap kesehatan ibu dan anak di Bumi Saijaan. Komitmen tersebut dinilai sejalan dengan program prioritas daerah dalam penanganan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

"Mari kita bersama-sama—mulai dari elemen masyarakat, para ayah, keluarga, hingga tenaga kesehatan—bergandengan tangan untuk tak jemu mengedukasi warga dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi ibu menyusui," kata Minggu Basuki di hadapan peserta.

Mengapa Keberhasilan ASI Butuh Peran Lebih dari Sekadar Ibu?

Ketua Panitia Pekan ASI Sedunia Kotabaru 2026, dr. Iskandar Musgamy, menjelaskan bahwa edukasi kepada publik menjadi kunci utama. Menurutnya, selama ini masih banyak pihak yang menganggap urusan menyusui adalah domain privat ibu semata, padahal dukungan eksternal sangat menentukan.

"Keberhasilan pemberian ASI tidak hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu, tetapi membutuhkan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat," ujar dr. Iskandar.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin membangun kepedulian dan kolaborasi bersama demi terciptanya generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

Konsep Family Health Gathering dan Sederet Layanan Kesehatan

Berbeda dari peringatan serupa pada umumnya, Pekan ASI Sedunia Kotabaru 2026 dikemas secara interaktif melalui konsep Family Health Gathering. Rangkaian acara mencakup pelayanan dan edukasi kesehatan, family Health Expo, serta kolaborasi lintas sektor.

Pengunjung tidak hanya mendapatkan penyuluhan, tetapi juga dapat mengakses layanan kesehatan yang disediakan langsung di lokasi acara. Hal ini menjadikan momen tersebut sebagai ajang temu antara masyarakat dengan tenaga kesehatan profesional.

Talkshow "ASI Bukan Perjuangan Ibu Sendirian" Hadirkan Tiga Pakar

Puncak acara diisi dengan talkshow edukatif yang dipandu langsung oleh dr. Iskandar Musgamy. Diskusi tersebut menghadirkan tiga pakar dengan fokus pembahasan yang berbeda namun saling melengkapi.

dr. Urfa selaku ahli gizi membahas asupan nutrisi optimal bagi ibu menyusui. Sementara itu, dr. Nurul Soraya, Sp.A yang berkapasitas sebagai spesialis anak mengulas tumbuh kembang anak serta manfaat ASI bagi imunitas bayi.

Praktisi laktasi, dr. Dianti Barliani, melengkapi sesi dengan berbagi tips teknis serta manajemen laktasi yang nyaman bagi para ibu. Ketiga perspektif tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman utuh bagi para orang tua di Kotabaru.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: adainfo.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks