KALIMANTAN SELATAN — Kegiatan Posyandu rutin bulanan di Dusun Delima, Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, baru-baru ini berlangsung lebih hidup. Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari tiga universitas turut mewarnai jalannya pelayanan kesehatan untuk ibu dan balita tersebut.
Antusiasme terlihat sejak Posyandu Rambutan 54 dibuka. Para orang tua dengan sabar menggendong buah hatinya, menanti giliran diperiksa. Di tengah keramaian itu, para mahasiswa KKN sibuk membantu para kader dan bidan desa, memastikan setiap tahapan pelayanan berjalan lancar.
Bukan Sekadar Bantu Administrasi, tapi Juga Edukasi Gizi
Bantuan yang diberikan para mahasiswa ini cukup beragam. Mereka turun langsung membantu proses registrasi peserta, melakukan penimbangan berat badan, hingga mengukur tinggi badan balita. Semua hasil pemeriksaan pun dicatat dengan teliti ke dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Setelah pemeriksaan selesai, giliran para mahasiswa ini membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita. Momen ini juga dimanfaatkan untuk berinteraksi dan mengedukasi para orang tua. Topik yang diangkat seputar pentingnya pemantauan tumbuh kembang rutin, pemenuhan gizi seimbang, dan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah.
Sinergi Mahasiswa, Bidan, dan Kader untuk Kesehatan Anak
Kegiatan Posyandu Rambutan 54 ini merupakan agenda rutin yang memang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan ibu, bayi, dan balita. Kehadiran mahasiswa KKN menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Kemiri.
Kolaborasi ini melibatkan bidan desa, kader kesehatan, ibu hamil, serta ibu yang memiliki balita. Mahasiswa KKN dari Universitas dr. Soebandi Jember, Universitas PGRI Argopuro Jember, dan Universitas Jember bahu-membahu menciptakan pelayanan yang tertib dan nyaman. Edukasi tentang pentingnya imunisasi sesuai jadwal juga turut disampaikan untuk meningkatkan kesadaran orang tua sejak usia dini.
Peran Aktif Orang Tua Menentukan Kualitas Tumbuh Kembang
Kehadiran para mahasiswa ini diharapkan bukan hanya membantu kelancaran acara, tetapi juga meninggalkan dampak positif bagi masyarakat. Sinergi antara kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan mahasiswa terbukti mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal.
Bagi para ibu muda di luar sana, kegiatan seperti ini adalah pengingat bahwa memantau pertumbuhan si kecil secara rutin itu penting. Jangan ragu untuk aktif bertanya kepada kader atau bidan mengenai grafik pertumbuhan anak, asupan gizi, atau jadwal imunisasi. Keterlibatan aktif orang tua adalah kunci utama tumbuh kembang anak yang sehat dan bahagia.