Pencarian

Telkom Pungut Investasi Rp49,9 Triliun untuk InfraCo, InfraNexia Kini Kelola 112.000 Km Fiber Optik

Selasa, 11 Agustus 2026 • 12:18:01 WIB
Telkom Pungut Investasi Rp49,9 Triliun untuk InfraCo, InfraNexia Kini Kelola 112.000 Km Fiber Optik
Telkom resmi memungut investasi Rp49,9 triliun untuk InfraCo, dengan InfraNexia mengelola 112.000 km fiber optik.

KALIMANTAN SELATAN — Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya kebutuhan operator telekomunikasi akan jaringan berkapasitas besar, seiring melonjaknya trafik data di Indonesia. Dengan struktur baru, Telkom berharap InfraCo bisa lebih lincah menggarap peluang bisnis dari operator lain, bukan hanya dari grup Telkom sendiri.

Aset Raksasa dan Dampaknya ke Layanan

InfraNexia yang kini menjadi pengelola utama jaringan fiber optik bawah tanah dan kabel laut tersebut tidak hanya melayani kebutuhan internal Telkomsel. Perusahaan ini juga membuka pintu bagi operator lain untuk menyewa kapasitas jaringan, sebuah langkah yang dinilai bisa menekan biaya pembangunan infrastruktur yang duplikatif.

Dengan total 112.000 kilometer, jaringan ini membentang dari Sumatera hingga Papua. Angka itu setara dengan hampir tiga kali keliling bumi, sebuah skala yang membuat InfraNexia menjadi salah satu pemilik infrastruktur digital terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Bagi pelanggan rumah tangga dan korporasi, pemisahan ini tidak serta-merta mengubah tarif layanan. Namun, efisiensi yang dihasilkan dari pengelolaan aset yang lebih fokus diyakini akan menjaga kualitas koneksi dalam jangka panjang.

Mengapa Telkom Memilih Jalan Ini?

Pemisahan usaha atau spin-off ini bukan perkara baru di industri telekomunikasi global. Di Indonesia, Telkom menjadi pionir dengan memisahkan unit infrastruktur dari bisnis layanan ritelnya.

Keputusan ini juga menjawab kebutuhan pendanaan. Dengan menjadi entitas yang lebih mandiri, InfraCo memiliki ruang lebih luas untuk mencari pendanaan dari mitra strategis atau pasar modal, tanpa membebani neraca keuangan Telkom sebagai induk.

Langkah ini sejalan dengan tren global di mana perusahaan telekomunikasi besar seperti di Eropa dan Amerika Serikat juga memisahkan divisi menara dan fiber optik mereka untuk mengerek valuasi.

Rencana Lanjutan dan Target Jangka Panjang

Telkom sebelumnya telah menyelesaikan tahap pertama spin-off yang berfokus pada pengelolaan menara telekomunikasi melalui PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Kini, giliran aset fiber optik yang dikonsolidasikan ke dalam InfraNexia.

Manajemen Telkom menegaskan bahwa proses pemisahan tahap kedua ini akan terus berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Perusahaan menargetkan seluruh proses administratif dan operasional dapat rampung dalam waktu dekat.

Ke depan, InfraNexia diharapkan mampu bersaing dengan pemain swasta lain yang juga gencar membangun jaringan fiber optik di kota-kota menengah. Persaingan ini pada akhirnya akan menguntungkan publik karena pilihan layanan internet semakin beragam dengan harga yang lebih kompetitif.

Langkah Telkom ini menegaskan posisinya sebagai penggerak utama transformasi digital nasional. Dengan struktur bisnis yang lebih ramping, BUMN pelat merah ini tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memastikan kesiapan infrastruktur untuk menyambut era ekonomi digital yang terus tumbuh.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogjakartanews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks