BANJARBARU — Kondisi udara yang semakin panas membuat lahan-lahan kering di Kalimantan Selatan mudah terbakar. Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengungkapkan bahwa tren kenaikan kejadian karhutla terjadi seiring meningkatnya intensitas hotspot yang terpantau satelit.
"Suhu udara semakin panas, sehingga menyebabkan lahan semakin kering dan rentan terjadi kebakaran," ujarnya saat ditemui di Banjarbaru, Selasa (11/08/2026).
Banjarbaru Jadi Wilayah Terparah, 244 Kejadian di Sekitar Bandara
Dari total luasan 3.000 hektare yang terbakar, wilayah Banjarbaru menyumbang angka signifikan. Tercatat 244 kejadian dengan luasan lahan terdampak mencapai sekitar 672 hektare di kota tersebut.
"Paling banyak saat ini masih di sekitar wilayah bandara, yaitu di wilayah Banjarbaru," jelas Ronny.
Konsentrasi api di kawasan ini menjadi perhatian utama karena berdekatan dengan area operasional penerbangan. Asap tebal yang ditimbulkan berpotensi mengganggu visibilitas, sehingga penanganan di titik-titik ini diutamakan.
Kendala Akses dan Pengurangan Armada Water Bombing
BPBD Kalsel mengakui penanganan di lapangan masih terhambat akses menuju titik api. Kondisi lahan gambut yang gersang dan tidak memiliki jalan memadai membuat petugas kesulitan membawa armada pemadam hingga ke lokasi kebakaran.
"Kendala aksesibilitas kita menuju titik api itu, yang memang masih menjadi kendala utama," kata Ronny.
Untuk menjangkau area yang sulit dilalui jalur darat, operasi udara menjadi andalan. Saat ini dua helikopter water bombing dikerahkan dan difokuskan untuk penanganan di kawasan Ring 1 sekitar bandara.
"Fokus utama itu adalah area Ring 1. Area Ring 1 itu adalah wilayah bandara, yaitu mencakup daerah Banjarbaru, sebagian Kabupaten Banjar, sebagian Tanah Laut, sebagian Batola," ungkapnya.
Namun, jumlah armada udara ini berkurang dari sebelumnya tiga unit. Satu helikopter terpaksa dipinjamkan untuk membantu penanganan kebakaran di Bromo, Jawa Timur.
Permintaan Tambahan Helikopter untuk Antisipasi Eskalasi
Menyusul pengurangan armada tersebut, BPBD Kalsel telah mengajukan permintaan tambahan helikopter kepada pemerintah pusat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi meluasnya karhutla apabila kondisi cuaca kering masih berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.
Ronny menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk TNI, Polri, dan Manggala Agni, untuk memperkuat upaya pemadaman di lapangan. Masyarakat diimbau tidak membakar lahan dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang.