JAKARTA — Kekayaan kuliner Kalimantan Selatan dinilai jauh melampaui Soto Banjar yang selama ini dikenal luas masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Koki Yulita Intan Sari, alumni MasterChef Indonesia Musim 5, saat menjadi pembicara dalam acara Ini Rasa Kita 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
"Kalau orang nanya ke Kalimantan ngapain? Makan. Karena kita punya banyak banget kuliner. Cuma mungkin selama ini yang masih dikenal orang pasti Soto Banjar. Sebenarnya di luar itu masih banyak banget," ujar Yulita.
Perempuan yang berasal dari Kalimantan Selatan ini menegaskan bahwa kekayaan kuliner daerahnya bisa menjadi ruang besar untuk mengembangkan kreasi makanan baru. Syaratnya, karakter bahan baku dan cita rasa asli tetap dipertahankan.
Ayam Bom hingga Ketupat Kandangan: Kuliner yang Direkomendasikan
Yulita menyebutkan sejumlah hidangan khas yang menurutnya layak lebih dikenal publik. Beberapa di antaranya adalah Ayam Bom, Ketupat Kandangan, serta beragam olahan ikan yang tersebar di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.
"Ada Ayam Bom, kalau di kuliner Kalsel, Banjarmasin itu ada Ketupat Kandangan, ada olahan-olahan ikan," katanya.
Menurut Yulita, keunggulan kuliner Kalimantan Selatan tidak lepas dari kekayaan hasil perairannya. Ia menekankan bahwa karakter ikan yang digunakan dalam masakan daerah setempat memiliki cita rasa yang berbeda dari daerah lain.
"Ikan kita punya air sungainya, memang bikin rasa ikan kita itu berbeda," ujarnya.
Dari sekian banyak pilihan, Yulita secara khusus merekomendasikan ikan patin sebagai hidangan yang wajib dicoba saat berkunjung ke Kalimantan Selatan. Ia bahkan menyebutnya sebagai yang terbaik di kelasnya.
"Ikan patin the best, the best of the best. Patin ada di Banjar," kata Yulita.
Eksplorasi Kuliner Lokal Jadi Kunci Pengenalan ke Kancah Nasional
Yulita menilai pengenalan kuliner daerah perlu dilakukan dengan cara mengeksplorasi makanan yang belum banyak diketahui masyarakat umum. Langkah ini dinilai mampu membuka peluang bagi lebih banyak makanan khas daerah untuk dikenal di luar wilayah asalnya.
Senada dengan Yulita, Runner Up MasterChef Indonesia Musim 6, Koki Firhan Ashari, menyatakan Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luas karena didukung beragam bahan dan rempah pilihan. Hal ini menjadi modal besar untuk terus berkreasi.
"Karena rempah-rempah pun kita punya banyak banget. Bermacam-macam rempah yang bisa diolah jadi satu menu, satu hidangan," ujar Firhan.
Dorongan untuk mengenalkan kuliner daerah ini hadir di tengah tren kuliner Nusantara yang semakin diminati. Dengan potensi bahan baku yang melimpah, kuliner Kalimantan Selatan dinilai berpeluang besar untuk naik kelas dan bersaing di tingkat nasional.