Pencarian

ExxonMobil Cepu Hidupkan Sumur Tidur B-09, Produksi Minyak Langsung Tembus 8.000 Barel per Hari

Senin, 10 Agustus 2026 • 11:57:01 WIB
ExxonMobil Cepu Hidupkan Sumur Tidur B-09, Produksi Minyak Langsung Tembus 8.000 Barel per Hari
ExxonMobil Cepu Limited menghidupkan kembali sumur B-09 di Blok Cepu dengan teknologi kimia, sehingga produksi minyak mencapai 8.000 barel per hari.

KALIMANTAN SELATAN — Sumur B-09 di Blok Cepu, Jawa Timur, kini kembali bernapas. Setelah lama tidak berproduksi, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berhasil menghidupkan sumur tersebut dengan teknologi kimia yang dirancang khusus untuk menekan gangguan gas dan air dari dalam reservoir.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengonfirmasi bahwa sumur ini kini mampu mengalirkan minyak hingga kisaran 8.000 barel per hari. Sebelumnya, sumur B-09 nyaris tidak menghasilkan apa-apa karena dominasi gas dan air yang membanjiri lubang sumur.

Teknologi Kimia yang Menghidupkan Sumur Mati

Djoko menjelaskan, kunci keberhasilan ini terletak pada formulasi bahan kimia yang dikembangkan sendiri oleh tim ExxonMobil. Bahan tersebut berfungsi sebagai penghambat laju alir gas dan air, atau dikenal dengan istilah Gas and Water Shut-Off (GWSO), dari reservoir menuju wellbore.

"Alhamdulillah, Exxon Cepu berhasil menghidupkan kembali idle well atau sumur mati B-09 dengan menggunakan bahan kimia tertentu untuk menghambat laju alir gas dan air dari reservoir ke lubang bawah sumur, sehingga minyak yang keluar dapat lebih banyak," ujar Djoko dalam keterangan resminya, Minggu (9/8).

Formulasi kimia yang diciptakan oleh ExxonMobil ini kemudian diserahkan kepada Halliburton untuk diproduksi massal dan diinjeksikan ke dalam sumur. Hasilnya, rasio gas terhadap minyak atau Gas Oil Ratio (GOR) turun drastis dari sekitar 2.100 standar cubic feet per barrel (scf/bbl) menjadi hanya 400 scf/bbl.

Dampak ke Produksi Migas Nasional

Keberhasilan menghidupkan sumur B-09 bukan sekadar kemenangan teknis bagi operator blok migas terbesar di Indonesia ini. Secara agregat, tambahan produksi hingga 8.000 barel per hari dari satu sumur saja memberikan kontribusi yang signifikan terhadap produksi minyak nasional yang saat ini terus digenjot pemerintah.

Pasalnya, sumur-sumur tua di berbagai blok migas Indonesia banyak yang berstatus idle atau berproduksi rendah karena masalah serupa, yaitu tingginya water cut dan gas interference. Jika teknologi GWSO ini bisa direplikasi di sumur-sumur lain, potensi peningkatan produksi dari aset eksisting tanpa perlu pengeboran baru menjadi sangat besar.

Target Pengeboran Hingga 2026

Djoko menambahkan, keberhasilan ini diharapkan menjadi katalis bagi penerapan teknologi serupa di lapangan-lapangan lain yang dikelola SKK Migas. Pihaknya juga mengajak seluruh insan hulu migas untuk mendukung kelancaran kegiatan pengeboran, workover, dan well service yang masih berjalan hingga Desember 2026.

"Kami berharap kegiatan yang berlangsung hingga akhir 2026 ini dapat memberikan hasil yang optimal untuk produksi migas nasional," tutup Djoko.

Dengan adanya tambahan produksi dari sumur B-09, Blok Cepu yang selama ini menjadi tulang punggung produksi minyak Indonesia dipastikan akan semakin kokoh menopang target lifting nasional di tengah berbagai tantangan geologis yang semakin kompleks.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks