Pencarian

Atlet Muda Kalsel Keluhkan Fasilitas Minim dan Jadwal Bentrok Sekolah di Diskusi Olahraga Banjarmasin

Jumat, 30 Oktober 2026 • 14:16:02 WIB
Atlet Muda Kalsel Keluhkan Fasilitas Minim dan Jadwal Bentrok Sekolah di Diskusi Olahraga Banjarmasin
Atlet muda Kalsel menyampaikan keluhan fasilitas dan jadwal latihan dalam forum diskusi olahraga di Banjarmasin.

BANJARMASIN — Keluhan itu datang langsung dari para atlet, bukan lewat perantara pelatih atau pengurus cabang olahraga. Dalam forum terbuka tersebut, mereka menyoroti tiga persoalan utama: sarana-prasarana latihan yang terbatas, jadwal latihan yang berbenturan dengan sekolah, dan akses jalur prestasi yang belum optimal di sejumlah cabang.

Syaripuddin, yang akrab disapa Bang Dhin, menilai forum itu sengaja dibuka agar atlet muda bisa menyampaikan persoalan tanpa filter. Momentumnya bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda.

"Ini bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda dan refleksi 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Saya ingin mendengar aspirasi teman-teman atlet muda di Kalimantan Selatan. Tadi ada beberapa hal yang menjadi perhatian, terutama sarana-prasarana, jadwal latihan yang berbenturan dengan sekolah, serta jalur prestasi," ungkap Bang Dhin.

Pembinaan Olahraga Diminta Tak Berjalan Sendiri

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kalsel yang membidangi pendidikan, kepemudaan, olahraga, dan kesehatan, Bang Dhin berencana membawa aspirasi tersebut ke pemerintah daerah. Masukan itu akan menjadi bahan penyusunan roadmap atau peta jalan pembangunan olahraga.

Menurutnya, pembinaan olahraga tidak boleh berjalan sendiri tanpa memperhatikan keberlangsungan pendidikan atlet. Prestasi di lapangan semestinya bisa menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk memperoleh kesempatan pendidikan.

"Olahraga juga bisa menunjang pendidikan mereka melalui jalur prestasi. Karena itu, dinas terkait, baik kabupaten/kota maupun provinsi, perlu membuka ruang bagi atlet yang memiliki prestasi. Jadwal pendidikan dan latihan harus disinkronkan sehingga ada keseimbangan," jelasnya.

Gagasan membuka ruang diskusi itu, kata Bang Dhin, berangkat dari keresahannya setelah berdialog dengan kalangan pemuda di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu. Ke depan, ia berharap forum serupa digelar rutin dengan melibatkan lebih banyak unsur olahraga, mulai dari atlet, pengurus cabang olahraga, hingga KONI.

Atlet Pickleball Masih Menumpang Lapangan Kampus

Dari sisi atlet, Irham menyambut baik ruang dialog yang mempertemukan mereka dengan wakil rakyat dan pengurus olahraga. Menurut atlet pickleball itu, forum terbuka memberi kesempatan menyampaikan persoalan secara langsung, tanpa harus selalu melalui pelatih maupun pengurus cabang.

Ia mencontohkan kondisi cabang olahraga pickleball di Banjarmasin yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas. Sebagai cabang yang relatif baru berkembang di Kalsel, ketersediaan lapangan dan dukungan pembinaan dinilai masih perlu ditingkatkan.

"Selama ini ruang kami untuk menyampaikan aspirasi cukup terbatas. Dengan adanya forum ini, atlet dari berbagai cabang olahraga bisa menyampaikan pendapat dan persoalan masing-masing. Harapannya, diskusi seperti ini bisa berjalan rutin," ujarnya.

Selama ini, kata Irham, atlet pickleball masih mengandalkan lapangan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk berlatih dengan mengajukan izin penggunaan fasilitas. Kondisi itu menjadikan ketersediaan sarana latihan sebagai kebutuhan mendesak bagi pengembangan cabang olahraga tersebut.

Ia berharap pemerintah daerah bersama KONI dan pihak terkait memberikan dukungan fasilitas, terutama bagi cabang olahraga yang masih dalam tahap pengembangan. "Dengan dukungan tersebut, atlet diharapkan semakin termotivasi meningkatkan intensitas latihan dan mengejar prestasi," katanya.

Komunikasi Pemerintah, KONI, dan Atlet Perlu Terus Dibangun

Diskusi ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum serap aspirasi semata. Komunikasi antara pemerintah, KONI, dan atlet perlu terus dibangun agar kebijakan olahraga di Kalsel tidak hanya mengejar target medali.

Yang juga dituntut terjawab: kebutuhan atlet, pemerataan fasilitas, serta keberlangsungan pendidikan generasi muda. Bagi atlet seperti Irham, dukungan fasilitas menjadi syarat awal sebelum bicara soal prestasi di level yang lebih tinggi.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banjarbaruklik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks