KALIMANTAN SELATAN — Timnas Indonesia Putra U-15 dipastikan tampil di edisi perdana FIFA U-15 World Cup & Festival 2026 di Baku, Azerbaijan, 22-30 Oktober mendatang. Garuda Muda tergabung di Grup G bersama Portugal, Wales, Bangladesh, Burundi, dan Fiji pada ajang yang mempertemukan 190 negara itu.
Konfirmasi keikutsertaan Indonesia disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir melalui akun Instagram pribadinya. Erick menyebut ajang ini akan mempertemukan 190 negara dalam 32 grup, dengan lebih dari 3.000 pemain, pelatih, dan ofisial terlibat.
"Timnas Indonesia Putra U-15 akan ikut serta pada edisi pertama FIFA U-15 World Cup & Festival 2026 di Azerbaijan," tulis Erick.
"Ajang ini akan mempertemukan 190 negara dalam 32 grup, dengan lebih dari 3.000 pemain, pelatih, dan ofisial dalam sebuah festival sepak bola berskala dunia," lanjutnya.
Format Grup: Tidak Ada Tim yang Gugur di Fase Awal
Sebanyak 190 negara terbagi dalam 32 grup yang masing-masing berisi enam tim. Sistemnya round robin, tetapi tidak ada tim yang tersingkir atau gagal lolos ke babak berikutnya.
Posisi akhir di grup hanya menentukan lawan di fase turnamen. Jika Indonesia keluar sebagai juara Grup G, lawannya di fase berikutnya adalah juara dari grup lain atau tim yang masuk Divisi 1. Tim di posisi bawah juga berhadapan dengan lawan yang finis di posisi sama, membentuk Divisi 2, 3, dan seterusnya.
Di fase turnamen, pemenang akan melawan pemenang dan tim yang kalah diadu dengan sesama tim kalah. Jika imbang, pertandingan langsung dilanjutkan adu penalti tanpa perpanjangan waktu.
8 vs 8, Dua Babak 20 Menit, dan Lemparan ke Dalam Pakai Kaki
FIFA menyebut ajang ini berkonsep festival, sehingga ada sejumlah perubahan mendasar pada aturan teknis permainan. Pertandingan digelar dengan format 8 vs 8 selama 2 x 20 menit.
Ukuran lapangan juga berbeda, yakni 68 x 47 meter, jauh lebih kecil dari lapangan sepak bola standar. Gawang tetap memakai ukuran normal 7,32 x 2,44 meter.
- Jumlah pergantian pemain tidak dibatasi
- Lemparan ke dalam menggunakan tendangan, bukan tangan
- Offside hanya diberlakukan di area dekat gawang, berjarak 23 meter dari garis gawang
- Setiap pertandingan dipimpin dua wasit yang bertugas di sebagian area lapangan
Alasan FIFA Bentuk Turnamen Usia Dini
Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, menyatakan ajang ini dibentuk untuk mengenalkan kompetisi kepada anak usia dini. Menurutnya, turnamen ini juga mendorong federasi anggota mau berinvestasi pada pembinaan sepak bola usia muda.
"Bakat ada di mana-mana, tetapi para pemain muda tidak selalu memiliki kesempatan yang sama untuk menguji kemampuan mereka di tingkat internasional. Turnamen ini bertujuan untuk memberikan kesempatan tersebut," kata Wenger di situs resmi FIFA.
"Dengan mempertemukan tim-tim dari seluruh dunia di level U-15, kami dapat menyuguhkan pertandingan yang bermakna bagi para pemain, memperkenalkan mereka pada gaya permainan dan budaya sepak bola yang berbeda-beda, serta membantu mereka belajar dan berkembang melalui kompetisi," ujarnya.
Wenger menambahkan, mengumpulkan pemain muda dari berbagai negara dan budaya memberi pengalaman yang melampaui sekadar kompetisi, sekaligus mendorong Asosiasi Anggota terus berinvestasi dalam pengembangan mereka.
Jadwal dan Lawan Indonesia
Indonesia akan menghadapi lima negara di Grup G: Portugal, Wales, Bangladesh, Burundi, dan Fiji. Seluruh rangkaian pertandingan berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada 22-30 Oktober mendatang.