KALIMANTAN SELATAN — Pekan ini, Jakarta menjadi saksi pameran riset dan teknologi terbesar di tanah air. Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 menghadirkan inovasi-inovasi karya anak bangsa yang dikembangkan oleh para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dari sektor kebencanaan hingga energi terbarukan, sederet teknologi siap ditransformasi untuk kebutuhan industri dan masyarakat luas.
Alap-alap: PUNA Multifungsi Buatan Peneliti BRIN
Salah satu primadona di booth BRIN adalah pesawat udara tanpa awak (PUNA) yang dinamakan Alap-alap. Pesawat ini dirancang untuk tiga misi utama: pemetaan wilayah, pemantauan bencana, dan mendukung operasi modifikasi cuaca.
Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN, Dr. Robertus Heru Triharjanto, B.Eng, M.Sc, menjelaskan bahwa pengembangan Alap-alap melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu. Para ilmuwan dari bidang teknik dirgantara, teknik mesin, dan teknik elektro bekerja sama dalam proses risetnya.
Rumah Modular Antigempa dan Kapal Multifungsi Pertama di Dunia
Untuk menjawab tantangan infrastruktur di daerah rawan gempa, BRIN memperkenalkan rumah modular tahan gempa. Hunian ini menggunakan sistem prefabrikasi dengan sambungan interlock dan material ringan terstandar. Konsep ini memungkinkan pembangunan yang cepat tanpa mengorbankan ketahanan struktur terhadap guncangan seismik.
Di sektor maritim, terdapat Multi-Purpose Decommissioning and Salvage Vessel (MDSV). Kapal ini diklaim sebagai desain pertama di dunia yang menggabungkan tiga fungsi sekaligus, yakni menggantikan peranan tugboat, barge, dan crane dalam satu unit.
Inovasi Energi: dari Baterai Litium hingga Logam Tanah Jarang
BRIN juga memamerkan terobosan di bidang material energi. Teknologi pengolahan batu bara nasional menjadi artificial graphite berkinerja tinggi siap digunakan sebagai material aktif anoda baterai lithium-ion. Inovasi ini menawarkan stabilitas siklus, kapasitas awal, dan kemampuan pengisian cepat.
Tak hanya itu, pengunjung dapat melihat komponen baterai silinder yang terbuat dari hasil pengolahan mineral nikel laterit. Di sisi lain, BRIN mengklaim berhasil memproduksi lima dari 17 unsur logam tanah jarang, yaitu La, Ce, Nd, Pr, dan Y. Saat ini, BRIN berkolaborasi dengan PT Perminas dan BIM untuk menyiapkan teknologi industri logam tanah jarang di Mamuju dan Bangka.
Riset Kesehatan dan Pengukuran Kebahagiaan Berbasis AI
Dari sektor kesehatan, BRIN menampilkan vaksin inaktif untuk unggas dan hewan sapi. Ada pula resistance detection kit untuk membantu