BANJARMASIN — Wasaka Rangers membawa empat pejuang legendaris Tanah Banjar ke sebuah kota metropolitan futuristik bernama Banjar City pada 2040. Dalam cerita itu, Wali Kota Hamid yang selamat dari upaya pembunuhan bersama Tuan Guru Jamal menuju laboratorium rahasia. Keduanya mengaktifkan teknologi teleportase untuk memanggil Sultan Suriansyah, Pangeran Antasari, Demang Lehman, dan Putri Zaleha dari masa lalu.
Keempat tokoh kemudian dibawa ke masa depan, mengenakan armor berteknologi canggih, dan membentuk brigade superhero bernama WASAKA RANGERS. Serangan teroris yang meluluhlantakkan Banjar City menjadi latar konflik utama komik ini.
Histori-Futuristik, Pertemukan Sejarah dan Imajinasi Masa Depan
Wasaka Rangers tidak berhenti pada aksi superhero dan teknologi. Pembaca diajak mengenal kembali perjuangan para tokoh Banjar melalui konsep yang disebut histori-futuristik. Kisah masa lalu dan imajinasi masa depan dipertemukan dalam satu cerita.
Nama WASAKA diambil dari semboyan masyarakat Banjar, Waja Sampai Kaputing, yang bermakna semangat berjuang sampai akhir. Tagline komik ini adalah "BARATAAN KAWA JADI HERO".
Pesan yang ingin disampaikan, semangat kepahlawanan tidak berhenti pada tokoh masa lalu. Generasi muda juga dapat menjadi hero melalui bidang dan kontribusinya masing-masing.
Kegelisahan Generasi Muda yang Jauh dari Sejarah Lokal
Salah satu penulis dan kreator Wasaka Rangers, dr. H. Fauzan Muttaqien, Sp.JP, mengatakan komik ini lahir dari kegelisahan terhadap semakin jauhnya generasi muda dari sejarah lokal. Menurutnya, generasi muda umumnya mengenal nama besar seperti Pangeran Antasari dan Sultan Suriansyah, tetapi belum tentu memahami perjuangan dan nilai yang mereka wariskan.
"Sejarah Banjar perlu ditransformasikan ke dalam format bahasa zaman mereka: komik, animasi, dan film," ujar Fauzan.
Ia menilai kekuatan visual dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kembali sejarah kepada generasi yang tumbuh bersama media digital.
"Melalui kekuatan penceritaan visual yang kuat, karakter pahlawan dan dinamika peristiwa sejarah Banjar dapat dihidupkan kembali secara modern, estetik, dan emosional, tanpa mengurangi keakuratan fakta sejarahnya," katanya.
Digambar Komikus Profesional, Bukan AI
Wasaka Rangers ditulis tiga penulis, yakni dr. H. Fauzan Muttaqien, Sp.JP, Abi Syarbaini yang juga Pimpinan Pondok Pesantren PADI, serta Nicko Pandawa, seorang sejarawan. Ilustrasi dikerjakan Grup Kancil Studio bersama komikus nasional.
Komik ini hadir dalam format full colour dan dikerjakan melalui proses kreatif profesional, bukan menggunakan AI sebagai pengganti pekerjaan komikus. Latar pesantren turut menjadi bagian penting cerita untuk menunjukkan pesantren dapat melahirkan generasi religius, berilmu, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan teknologi.
Komik direncanakan hadir dalam empat jilid, ditambah sejumlah komik spin-off yang mengupas lebih dalam kisah perjuangan masing-masing tokoh.
Dukungan Pemkot Banjarmasin hingga Kesultanan Banjar
Abi Syarbaini mengatakan Wasaka Rangers dirancang sebagai bagian dari ekosistem literasi sejarah yang lebih luas.
"Literasi yang ditampilkan adalah komik yang digarap profesional, disamping berbagai konten literasi di berbagai platform media sosial," ujarnya.
Ke depan, tim Wasaka Rangers menargetkan pengembangan cerita ke medium film animasi dan live action yang mengangkat kisah para pahlawan Banjar. Mereka juga membuka kolaborasi dengan influencer Banua, pengusaha muda, sekolah, pesantren, komunitas, ulama, dan berbagai pihak lainnya.
"Alhamdulillah sekarang kami mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Banjarmasin dan Kesultanan Banjar untuk menyukseskan peluncuran komik ini," kata Abi.
Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kalsel, Ibnu Sina, berharap komik ini menjadi media literasi sejarah bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan ini bisa menjadi kado 500 tahun Banjarmasin. Semoga ini bisa jadi bahan bacaan dan meningkatkan literasi tentang pahlawan-pahlawan kita," ujarnya.
Sultan Banjar Khairul Saleh menilai Tanah Banjar memiliki banyak tokoh besar yang layak dikenal generasi muda.
"Tanah Banjar memiliki para pahlawan hebat. InsyaAllah komik Wasaka Rangers berhasil membawa para pahlawan Banjar menjadi superhero yang digemari para remaja," katanya.