BANJARBARU — Dukungan logistik untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan terus mengalir dari pemerintah pusat. Kali ini, Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Kementerian Pertanian (Kementan) mengirimkan bantuan peralatan pemadaman yang diangkut menggunakan pesawat angkut berat milik TNI AU.
Pesawat Airbus A-400M yang diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, mendarat di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru pada Minggu (23/8/2026). Operasi pengiriman ini menjadi bukti kesiapan TNI AU dalam mendukung penanggulangan bencana di daerah.
Rincian Bantuan: Puluhan Pompa Air dan Ribuan Masker untuk Personel Lapangan
Bantuan yang tiba terdiri dari 50 unit mesin pompa air, 30 set pompa air, 19 koli masker, serta 2 koli bucket pump (3 assy). Peralatan ini dinilai krusial untuk memperkuat operasi pemadaman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau dan membutuhkan suplai air memadai.
Keberadaan pompa air tambahan diharapkan mampu meningkatkan mobilitas dan efektivitas personel gabungan di lapangan. Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan mendesak di tengah ancaman kebakaran yang melanda sejumlah titik di Kalsel.
Kesiapan TNI AU: Bukti Gerak Cepat Respons Bencana
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, menegaskan bahwa pengiriman menggunakan pesawat angkut berat menunjukkan kapabilitas TNI AU untuk bergerak cepat saat dibutuhkan dalam operasi penanggulangan bencana.
"Seluruh bantuan yang tiba di Lanud Sjamsudin Noor akan dioptimalkan agar dapat segera digunakan untuk mendukung penanganan karhutla di Kalsel," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).
Sinergi Pusat dan Daerah dalam Menekan Titik Api
Pengiriman bantuan ini memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, TNI AU, Kemhan, Kementan, dan unsur terkait lainnya. Dengan tambahan peralatan tersebut, kemampuan personel di lapangan diharapkan semakin kuat untuk menekan dan memadamkan titik-titik kebakaran.
Upaya ini dinilai penting untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kabut asap serta kerugian ekologis yang lebih luas. Pendistribusian peralatan ke lokasi-lokasi operasi kini menjadi prioritas agar bantuan segera dirasakan manfaatnya oleh tim pemadam di daerah terdampak.