Bupati Balangan Abdul Hadi meminta mahasiswa tidak hanya berperan sebagai kelompok intelektual, tetapi juga aktif menjadi agen perubahan bagi daerah dan Indonesia. Arahan ini disampaikan saat membuka Kongres Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan ke-V yang digelar di Mahligai Mayang Maurai, Paringin, Minggu.
BALANGAN — Bupati Balangan Abdul Hadi mendorong mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan memperkuat peran strategisnya di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa tanggung jawab mahasiswa melampaui sekadar aktivitas akademik di kampus.
"Kita bukan hanya bagian daripada intelektual masyarakat, tapi juga kita adalah agen perubahan untuk membawa Indonesia, daerah kita dan kabupaten kita ke arah yang lebih baik dalam menjalani kehidupan," kata Abdul Hadi di Balangan, Minggu.
Target Kongres: Perkuat Kepengurusan dan Arah Gerak Organisasi
Orang nomor satu di Kabupaten Balangan itu menargetkan kongres yang diikuti pengurus BEM dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan ini menghasilkan keputusan strategis. Keputusan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kepengurusan sekaligus memperjelas arah gerak organisasi dalam berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.
Kongres ini menjadi ajang konsolidasi yang melibatkan BEM dari wilayah 1, 2, dan 3 di provinsi berjuluk Seribu Sungai tersebut.
Momentum Silaturahmi dan Konsolidasi Mahasiswa se-Kalsel
Koordinator Pusat Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan Muhammad Irfan Naufal menuturkan, kongres bukan sekadar memenuhi fungsi organisasi sebagai agen kontrol dan perubahan. Kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi antar mahasiswa dari berbagai penjuru daerah.
"Alhamdulillah kegiatan hari ini kita laksanakan di Kabupaten Balangan, kawan-kawan dari seluruh BEM se-Kalimantan Selatan datang ke sini untuk melakukan sebuah konsolidasi agar kemajuan masyarakat Kalimantan Selatan," ujarnya.
Universitas Sapta Mandiri Jadi Tuan Rumah
Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan kongres. Setelah pembukaan resmi, para peserta langsung melanjutkan kegiatan dengan agenda persidangan.
Forum persidangan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengevaluasi kinerja organisasi selama ini, membahas susunan kepengurusan berikutnya, serta menentukan arah gerak Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan ke depan.