BANJARMASIN — H. M. Syaripuddin, S.E., M.A.P., anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, meminta Pemerintah Provinsi Kalsel bergerak cepat menangani jalur Banjarbaru–Batulicin. Permintaan itu disampaikan menyusul kecelakaan terbaru di ruas jalan tersebut yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan luka-luka.
Jalur yang dibangun untuk mempercepat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi ini dinilai memiliki sejumlah titik rawan yang belum tertangani. Menurut Bang Dhin, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap pembangunan.
Audit Menyeluruh Jalan Segera Dilakukan
Bang Dhin mendesak Dinas PUPR, Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel untuk segera berkolaborasi melakukan evaluasi komprehensif terhadap seluruh ruas jalan. Evaluasi ini perlu difokuskan pada titik-titik yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.
“Jalur Banjarbaru–Batulicin merupakan salah satu infrastruktur strategis yang menjadi kebanggaan Kalimantan Selatan. Namun jangan sampai manfaat besar yang dihadirkan justru dibayar dengan nyawa masyarakat. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap pembangunan,” tegas Bang Dhin, Sabtu (1/8/2026).
Faktor yang Perlu Dievaluasi di Titik Rawan
Audit keselamatan jalan (Road Safety Audit) diperlukan untuk mengidentifikasi setiap faktor yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Pemeriksaan ini mencakup kondisi tikungan tajam, tanjakan dan turunan ekstrem, kualitas permukaan jalan, hingga sistem drainase.
Selain itu, penerangan jalan, efektivitas rambu lalu lintas, dan marka jalan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah diminta melengkapi fasilitas keselamatan seperti guardrail, marka reflektif, lampu penerangan jalan, rumble strip, warning light, cermin tikungan, serta papan informasi batas kecepatan.
Pencegahan Harus Mendahului Korban Berikutnya
Bang Dhin menegaskan bahwa langkah pencegahan tidak boleh menunggu kecelakaan berikutnya terjadi. Ia meminta pemerintah hadir lebih dulu melalui perbaikan infrastruktur yang benar-benar aman bagi masyarakat.
“Jangan hanya menunggu kecelakaan berikutnya baru kemudian bergerak. Pemerintah harus hadir lebih dulu melalui langkah-langkah pencegahan. Keselamatan masyarakat tidak boleh bergantung pada imbauan agar berhati-hati semata, tetapi harus didukung oleh infrastruktur yang benar-benar aman,” ujarnya.
Hasil Audit Jadi Dasar Perbaikan Jangka Panjang
Hasil audit keselamatan nantinya diharapkan menjadi dasar penyusunan program penanganan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Bang Dhin menekankan agar perbaikan tersebut lengkap dengan dukungan anggaran yang memadai sehingga tidak bersifat sementara.
Pembangunan jalan, kata dia, tidak hanya diukur dari cepatnya akses transportasi maupun meningkatnya aktivitas ekonomi. Kemampuan negara dalam melindungi setiap warga yang melintas di atasnya juga menjadi ukuran keberhasilan pembangunan.
“Setiap korban adalah pengingat bahwa masih ada yang harus dibenahi. Jangan biarkan jalur ini terus memakan korban. Pemerintah harus bertindak cepat, serius, dan terukur agar masyarakat dapat menggunakan jalan ini dengan rasa aman,” kata Bang Dhin.
Duka Cita untuk Korban Kecelakaan
Di akhir pernyataannya, Bang Dhin menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia. Ia juga mendoakan seluruh korban yang mengalami luka-luka agar segera diberikan kesembuhan.
“Saya turut berbelasungkawa atas musibah ini. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Kepada para korban yang masih menjalani perawatan, semoga segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” tutupnya.