Pencarian

Polres Sragen Ungkap Motif Pembunuhan Bocah Bilqis, Pelaku Teman Ayah Korban Raup Rp1 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 • 14:32:01 WIB
Polres Sragen Ungkap Motif Pembunuhan Bocah Bilqis, Pelaku Teman Ayah Korban Raup Rp1 Juta
Kapolres Sragen mengumumkan penangkapan pelaku pembunuhan bocah Bilqis yang juga teman ayah korban.

KALIMANTAN SELATAN — Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengumumkan penangkapan Suparman, warga Kecamatan Gondang, setelah penyelidikan intensif selama lima hari. Pelaku ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan pada Jumat (12/6/2026), meski sempat mencoba kabur saat pengembangan barang bukti.

Modus Peminjaman Sabit yang Berujung Maut

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (5/6/2026) siang, saat Bilqis baru pulang sekolah dan berada seorang diri di rumah di Dukuh Bromo Asri, Desa Dawung. Kedua orangtuanya masih bekerja.

Sekitar 18 menit setelah korban tiba, tersangka datang dengan alasan meminjam sabit (bendo) milik ayah korban. Karena mengenal pelaku sebagai teman ayahnya, Bilqis tak curiga dan mengambilkan alat tersebut.

Setelah korban kembali masuk ke ruang keluarga, pelaku langsung menyerang dari belakang menggunakan sabit yang baru saja dipinjam. Serangan diarahkan ke wajah korban, menyebabkan luka fatal yang membuat Bilqis tewas di tempat.

Barang Curian Senilai Rp1 Juta Jadi Pemicu

Usia memastikan korban tak berdaya, Suparman mengambil kunci sepeda motor milik keluarga yang tergeletak di meja ruang tamu. Ia kabur menggunakan kendaraan tersebut menuju Sumberlawang, meninggalkan motornya sendiri yang diparkir di belakang rumah agar tak mencurigakan.

Di dalam jok sepeda motor, polisi menemukan telepon genggam milik korban yang juga dibawa kabur. “Motifnya untuk menguasai barang milik korban berupa sepeda motor dan telepon genggam,” ujar Kapolres Dewiana dalam konferensi pers.

Fakta yang memprihatinkan, hasil penjualan barang-barang tersebut hanya bernilai sekitar Rp1 juta lebih. Nilai yang tak sebanding dengan nyawa seorang anak yang direnggut secara keji.

Rekaman CCTV dan Pelarian yang Terendus

Polisi mengidentifikasi tersangka setelah menganalisis rekaman CCTV dari sejumlah titik di sekitar lokasi. Rekaman itu menunjukkan pergerakan pelaku saat datang menggunakan motor pribadi dan kemudian kabur dengan motor korban.

Penangkapan Suparman di rumahnya berlangsung dramatis. Saat didatangi, ia tengah beristirahat. Namun dalam perjalanan pengembangan barang bukti, pelaku berupaya melarikan diri dari pengawalan petugas. Upaya itu gagal dan ia kembali diamankan.

Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya perencanaan matang di balik aksi ini, mengingat tersangka bukan orang asing bagi keluarga korban dan beberapa kali berkunjung ke rumah tersebut.

Bagikan
Sumber: berita.liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks