BANJARMASIN — Prakiraan cuaca BMKG menunjukkan Kota Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar akan diselimuti cuaca cerah sejak pagi hari. Bahkan pada pukul 11.00 WITA, hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan diprediksi cerah, kecuali sebagian Banjarbaru, Banjar, dan kawasan pesisir yang berpotensi berawan.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa berkurangnya tutupan awan selama musim kemarau membuat intensitas radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi semakin tinggi. Kondisi ini yang kemudian mendorong kenaikan suhu harian.
Suhu 34 Derajat dan Risiko Kesehatan yang Mengintai
BMKG mencatat suhu maksimum harian di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, telah mencapai kisaran 30–34 derajat Celsius. Angka ini menegaskan bahwa masyarakat perlu mewaspadai potensi dampak cuaca panas yang terjadi selama periode musim kemarau.
"Sektor kesehatan juga sama krusialnya. Cuaca panas biasanya menyertai musim kemarau karena tutupan awan cenderung minim selama periode ini," ujar Ardhasena.
Selain suhu yang meningkat, kualitas udara juga berpotensi memburuk. BMKG mengingatkan adanya debu di atmosfer serta ancaman kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan maupun lahan, sebuah risiko yang kerap meningkat di Kalimantan Selatan pada musim kemarau.
Ancaman ISPA di Tengah Penurunan Kualitas Udara
Penurunan kualitas udara disebut BMKG dapat memperbesar risiko gangguan kesehatan pernapasan di kalangan masyarakat. Hal ini berkaitan langsung dengan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang kerap melonjak saat kabut asap melanda.
"Penurunan kualitas udara berkaitan langsung dengan peningkatan infeksi saluran pernapasan akut di kalangan masyarakat," kata Ardhasena.
Imbauan untuk Pekerja Luar Ruangan
Menghadapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pekerja luar ruangan, untuk memperbanyak konsumsi air putih. Penggunaan pelindung kepala dan kacamata hitam juga disarankan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.
Masyarakat juga diminta mengaplikasikan tabir surya guna melindungi kulit dari paparan radiasi ultraviolet (UV) yang meningkat signifikan saat tutupan awan minim. Langkah-langkah sederhana ini dinilai efektif untuk meminimalkan dampak buruk cuaca panas terhadap kesehatan.