Pencarian

30 Petani Milenial dan Penyuluh Swadaya Tabalong Ikuti Bimtek, Disiapkan Jadi Pengusaha Pertanian

Rabu, 04 November 2026 • 11:46:01 WIB
30 Petani Milenial dan Penyuluh Swadaya Tabalong Ikuti Bimtek, Disiapkan Jadi Pengusaha Pertanian
Petani milenial dan penyuluh swadaya Kabupaten Tabalong mengikuti bimbingan teknis pengembangan kapasitas di Tanjung.

TANJUNG — Bimbingan teknis tersebut digelar untuk mendorong petani milenial tidak berhenti pada rutinitas hulu seperti menanam dan memanen. Pemkab Tabalong menargetkan mereka naik kelas menjadi pengusaha pertanian yang mengolah komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah.

Sambutan tertulis Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani dibacakan Zainal Arifin. Dalam sambutan itu ditekankan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak bisa lagi hanya mengandalkan ketersediaan lahan dan sarana produksi fisik.

Sektor pertanian, menurut Bupati, mutlak membutuhkan kualitas SDM dengan wawasan luas, keterampilan teknis, kemauan belajar, serta keberanian mencoba inovasi baru.

Dua Fokus Pengembangan: PPS dan Petani Milenial

Fokus pertama bimtek ditujukan kepada penguatan kapasitas Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS). Para penyuluh swadaya didorong mengembangkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).

"Melalui semangat kebersamaan, PPS kami dorong untuk mengembangkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S)," ujar Zainal Arifin saat membacakan sambutan Bupati.

Pemkab berharap PPS tidak sekadar menjadi penyalur informasi bagi petani. Mereka diharapkan naik kelas menjadi motor penggerak pembelajaran dan mitra strategis di tengah masyarakat.

Fokus kedua menyasar pengembangan kapasitas petani milenial melalui program hilirisasi dan pengolahan hasil pertanian. Komoditas mentah seperti hasil hortikultura segar diarahkan menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi.

Produk olahan itu juga ditargetkan dikemas secara modern agar berdaya saing di pasaran.

Pesan Bupati: Jangan Berhenti Setelah Pelatihan

Zainal Arifin menegaskan agar praktik pengolahan hasil hortikultura dalam kegiatan ini menghasilkan produk yang benar-benar bisa dikembangkan. Ia tidak ingin kegiatan dan produknya berhenti begitu pelatihan selesai.

"Saya berharap praktik pengolahan hasil hortikultura yang menjadi bagian dari kegiatan ini dapat menghasilkan produk yang benar-benar bisa dikembangkan. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, kegiatan dan produknya juga berhenti," tegasnya.

Panggung Expo Hari Jadi Tabalong Jadi Ajang Unjuk Produk

Sebagai dukungan konkret terhadap keberlanjutan program, Pemkab Tabalong menyiapkan panggung khusus. Hasil kreativitas dan produk olahan petani milenial rencananya ditampilkan eksklusif pada Pameran atau Expo Hari Jadi Kabupaten Tabalong.

Momen tersebut dinilai sebagai kesempatan memperkenalkan potensi unggulan produk pertanian lokal kepada masyarakat luas. Bagi peserta bimtek, Expo Hari Jadi Tabalong menjadi tolok ukur apakah produk olahan mereka layak bersaing di pasar.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metro7.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks