BANJARMASIN — Trenggiling tersebut kali pertama terlihat sekitar pukul 22.00 Wita ketika relawan Pos Lapangan (Poslap) 2 Siaga Karhutla dan Kabut Asap Sungai Andai dari MG Elang melintas di kawasan itu. Satwa itu muncul mendadak di dekat kendaraan hingga hampir tertabrak motor.
Hasbi, relawan yang mengendarai motor saat itu, langsung menghentikan kendaraan dan meminta rekan-rekannya mengamankan trenggiling. Menurutnya, kondisi hewan tersebut awalnya tampak normal.
"Ketika ditemukan, kondisinya masih sehat dan gerakannya kencang. Tapi siang harinya baru terlihat ada sisik yang seperti terbakar. Mungkin korban karhutla juga," ujar Hasbi, Jumat (30/10).
Sisik Diduga Terbakar, Belum Ada Pemeriksaan Medis
Luka pada sisik trenggiling belum dipastikan secara medis. Tidak ada keterangan resmi mengenai tingkat kerusakan sisik maupun penyebabnya, sehingga dugaan dampak karhutla masih perlu diverifikasi petugas berwenang.
Anggota Animal Rescue Banjarmasin, Andy Putra, membenarkan timnya menerima laporan dari Poslap 2. Menurutnya, kemunculan satwa tersebut diduga berkaitan dengan gangguan habitat akibat karhutla di kawasan sekitar.
"Tim Poslap 2 langsung menghubungi Animal Rescue Banjarmasin untuk mengevakuasi trenggiling tersebut," ungkap Andy.
BKSDA Jemput Satwa, Pilih Lepasliarkan Cepat
Setelah koordinasi, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel menjemput trenggiling di Poslap 2 sekitar pukul 16.00 Wita, Jumat (30/10). Polisi Kehutanan BKSDA Kalsel, Rudi, menyebut pelepasliaran akan dilakukan secepatnya.
"Melihat kondisinya, mungkin langsung kita lepasliarkan. Kalau menunggu berhari-hari, takutnya malah berisiko kematian," jelas Rudi.
BKSDA merencanakan pelepasliaran di kawasan Pulau Kaget, Kabupaten Barito Kuala. Kawasan itu dinilai sesuai sebagai habitat trenggiling.
Karhutla dan Ancaman bagi Satwa Dilindungi
Trenggiling termasuk satwa yang dilindungi dan kerap menjadi korban tidak langsung saat kebakaran hutan dan lahan meluas. Gangguan habitat memaksa hewan keluar dari kawasan alaminya dan masuk ke permukiman atau jalan warga.
Penemuan di Sungai Andai menambah catatan dampak karhutla di Kalsel yang tidak berhenti pada kabut asap dan lahan terbakar. Satwa liar yang kehilangan habitat turut menanggung risikonya, termasuk luka bakar dan kematian.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan lanjutan soal hasil pemeriksaan kondisi trenggiling maupun jadwal pasti pelepasliaran di Pulau Kaget.