BANJARMASIN — Pelatih tinju Kalsel, Simeon Tamelab, menyebut Kejurnas kali ini sebagai ajang penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan, terutama bagi petinju yang dipersiapkan menghadapi Pra-PON. Menurut dia, raihan di Jakarta belum final dan masih ada ruang perbaikan, khususnya di sektor putra.
Tiga Emas dari Sektor Putri
Medali emas pertama datang dari Beatrix Suguro di kelas 52 kilogram putri. Dua emas lain dipersembahkan Haliza Nahdya di kelas 50 kilogram youth putri dan Felicia Abela Jasmini Ho di kelas 60 kilogram junior putri.
Dari lima medali perak, tiga di antaranya juga lahir dari petinju putri: Hilary di kelas 60 kilogram youth putri dan Silpa Lau Ratu di kelas 57 kilogram elite putri. Dua perak lain diraih Satria Yuda (48 kilogram junior putra) serta Satrio Pamungkas (71 kilogram youth putra).
Adapun Muhammad Rafli menyumbang perak di kelas 67 kilogram elite putra. Lima medali perunggu diraih Lestya, Eliyani, Muhammad Ridho, Mutia Adelia, dan Michel dari berbagai kelas yang dipertandingkan.
Pembenahan Fokus ke Petinju Putra
Tim pelatih akan menambah jam terbang atlet melalui uji tanding di dalam maupun luar Kalimantan. Prioritas pembinaan diarahkan ke petinju putra, yang raihannya di Kejurnas dinilai belum sepadan dengan sektor putri.
"Setelah ini, tim pelatih akan meningkatkan pembinaan dan jam terbang atlet, khususnya petinju putra, melalui uji tanding di dalam maupun luar Kalimantan," kata Simeon.
Jadwal Berikutnya: PON April 2027
Rangkaian uji tanding disiapkan untuk menghadapi cabang olahraga bela diri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) April 2027. Babak kualifikasi PON sendiri dijadwalkan pada Oktober 2027.
Simeon berharap jumlah petinju Kalsel yang lolos Pra-PON meningkat. Target jangka panjangnya, kontingen daerah bisa tampil di PON 2028 di Nusa Tenggara Timur.
"Semoga petinju Kalsel banyak yang lolos Pra PON dan menjadi kontestan PON 2028 di Nusa Tenggara Timur," harapnya.