KALIMANTAN SELATAN — Menjadi ibu sekaligus kembali ke panggung hiburan bukan perkara mudah. Syahrini membagi pengalamannya mengatur jadwal latihan konser tanpa melewatkan momen tumbuh kembang putrinya yang berusia dua tahun, mulai dari menyuapi makan hingga menemani tidur.
Syahrini menyampaikan pengalaman itu dalam konferensi pers konser solonya bertajuk Syahrini: Aku Kembali Live in Concert di Pacific Place Mal, Selasa (27/10/2026). Ia mengaku memilih berlatih setelah putrinya tertidur agar tetap bisa mendampingi anak sepanjang hari.
Menemani Anak dari Bangun sampai Tidur
Meski memiliki pengasuh di rumah, Syahrini tetap ingin terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari sang putri. Ia menyebut dirinya yang menyuapi makan dan menemani anak hingga waktu tidur.
"Aku tidak mau ketinggalan bermain bersama anakku. Menemani anakku dari mulai bangun sampai anakku tidur," ujar Syahrini.
Baginya, usia dua tahun adalah fase yang cepat berlalu. Karena itu ia memilih tidak melewatkan satu hari pun bersama anaknya.
Latihan Dimulai Setelah Anak Tidur
Putri Syahrini biasanya sudah berada di tempat tidur sekitar pukul 19.30 WIB. Baru setelah itu Syahrini berangkat latihan sekitar pukul 20.00 WIB.
Jadwalnya cukup padat: latihan menari dua jam, lalu dilanjutkan latihan bersama band dari pukul 23.00 hingga 01.00 WIB. Rutinitas itu dijalani selama berminggu-minggu.
"Aku memilih, tidak apa-apa aku mengorbankan waktu tidurku. Dan aku harus bangun pagi lagi besoknya," kata Syahrini.
Tetap Siapkan Kebutuhan Keluarga Sejak Pagi
Kendati baru tiba di rumah sekitar pukul 02.00 WIB, Syahrini memastikan kebutuhan suami dan anak sudah disiapkan sejak pagi, termasuk menu makanan keluarga. Ia mengaku tetap bahagia karena bisa menjalankan dua tanggung jawab sekaligus.
Menurut Syahrini, kunci menjalani peran sebagai ibu dan penyanyi adalah kemampuan mengatur waktu serta dukungan keluarga. Pola yang sama akan ia terapkan saat bersiap untuk konser pada 1 Desember mendatang.
"Aku betul-betul tidak mau meninggalkan momen-momen bersama baby yang sedang lucu-lucunya, karena growing so fast, aku tahu momen itu tidak akan terulang lagi," ucapnya.
Yang Bisa Ibu Tiru dari Pengalaman Syahrini
Kisah Syahrini menunjukkan bahwa keterlibatan langsung dalam pengasuhan tidak selalu berarti harus meninggalkan pekerjaan. Yang dibutuhkan adalah pembagian waktu yang jelas dan dukungan orang di rumah.
Bagi ibu yang juga bekerja atau punya kesibukan lain, ada beberapa hal yang bisa dicoba. Pertama, tentukan jam khusus bersama anak yang tidak boleh diganggu, misalnya saat makan atau menjelang tidur. Kedua, susun jadwal kegiatan lain di luar jam tersebut. Ketiga, libatkan pasangan dan keluarga agar beban pengasuhan tidak menumpuk pada satu orang.
Yang tak kalah penting, jaga kondisi tubuh. Mengorbankan waktu tidur secara terus-menerus bisa menguras energi, jadi sesuaikan ritme kerja dengan kondisi masing-masing.
Bagi Syahrini, momen bersama anak yang sedang lucu-lucunya adalah hal yang tidak akan terulang. Cara ia mengatur waktu jadi pengingat bahwa kehadiran ibu di hari-hari biasa sering kali lebih berarti daripada acara besar apa pun.