BOGOR — Pra Kongres II KBB Sa-dunia resmi dibuka oleh H Sahbirin Noor, yang akrab disapa Paman Birin, di Amaryllis Boutique & Resort, kawasan Puncak. Gubernur dua periode itu memimpin langsung pembukaan yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai wilayah.
Agenda ini menjadi pijakan sebelum kongres utama digelar. Pengurus KBB dari Malaysia dan Singapura turut hadir, menandakan jejaring organisasi yang tidak hanya berputar di tingkat nasional.
Ajakan Sujud Syukur karena Hujan Mulai Turun di Banua
Di hadapan peserta, Paman Birin mengajak seluruh hadirin bersujud syukur. Alasan yang ia sebut bukan soal capaian organisasi, melainkan turunnya hujan di Kalimantan Selatan.
"Mari kita sujud syukur sebagai rasa terima kasih kepada Allah karena di banua sudah mulai turun hujan. Di mana pun kita berada, kita harus tetap ingat dengan banua," katanya.
Menurut Paman Birin, hujan tersebut setidaknya sedikit mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah itu pada musim kemarau.
Tema Konsolidasi dan Persiapan Menuju Kongres
Pra Kongres II mengusung tema "Konsolidasi KBB Sa-dunia: Menata Organisasi, Menyatukan Langkah, Meneguhkan Arah". Paman Birin menyebut forum ini sebagai wadah bagi keluarga besar turunan Banjar untuk mempererat silaturahmi, menyampaikan gagasan, dan merumuskan langkah bersama.
Dua sasaran utamanya: kemajuan organisasi dan pelestarian kebudayaan Banjar. Bagi Paman Birin, organisasi yang ingin maju harus disiapkan lewat pra kongres, bukan diputuskan mendadak di forum puncak.
"Insya Allah yang kita hajatkan terkabul di Kongres nanti," ucapnya.
Pesan agar Program Kerja Sesuai Kemampuan
Paman Birin meminta pengurus KBB yang hadir membahas program kerja untuk kongres dengan menimbang kapasitas organisasi. Ia menegaskan agar tidak ada target yang dipaksakan.
"Jangan dipaksakan kalau tidak mampu," tuturnya.
Ia juga mengapresiasi pengurus KBB seluruh Indonesia yang datang, termasuk perwakilan Malaysia dan Singapura. Menurutnya, kehadiran mereka jadi bukti kecintaan warga Banjar di perantauan terhadap tanah leluhurnya.
Semangat gotong royong dalam menyukseskan pra kongres disebutnya sebagai wujud nyata keterikatan itu. Dari forum inilah rancangan program kerja akan dibawa ke kongres, dengan Walikota Banjarbaru menyatakan kesiapan kota itu sebagai tuan rumah.