Pencarian

Jalan Cepat Vs Lari untuk Turunkan Berat Badan, Kata Dokter Gizi

Senin, 26 Oktober 2026 • 09:22:31 WIB
Jalan Cepat Vs Lari untuk Turunkan Berat Badan, Kata Dokter Gizi
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menyarankan jalan cepat sebagai pilihan utama untuk membakar lemak dibandingkan berlari.

KALIMANTAN SELATAN — Banyak ibu yang memaksakan diri berlari demi menurunkan berat badan, tapi justru berakhir dengan nyeri sendi dan kelelahan. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menyarankan jalan cepat sebagai pilihan utama untuk membakar lemak. Simak panduan memulainya sesuai kondisi tubuh.

Rekomendasi ini muncul karena banyak pejuang diet merasa kelelahan hingga nyeri sendi akibat memaksakan tubuh berlari habis-habisan. Padahal, menurut dr Yaze, intensitas jalan cepat sudah cukup efektif menjaga detak jantung berada di zona pembakaran lemak tanpa membebani sendi secara berlebihan.

Mengapa Jalan Cepat Lebih Disarankan untuk Membakar Lemak

"Sebenarnya lebih disarankan jalan cepat, bukan untuk lari kalau misalnya mau nurun berat badan. Untuk membakar lemak itu yang lebih disarankan adalah jalan cepat," ujar dr Yaze.

Jalan cepat membuat tubuh bergerak dalam intensitas sedang yang stabil. Kondisi ini menjaga detak jantung tetap di zona pembakaran lemak, sehingga tubuh membakar cadangan lemak secara efisien tanpa memicu cedera.

Mulai dari Jalan Santai Dulu, Jangan Langsung Cepat

Bagi ibu yang belum terbiasa bergerak aktif, dr Yaze mengimbau untuk tidak langsung memaksakan diri. Aktivitas fisik bisa dimulai perlahan dari jalan santai terlebih dahulu.

"Sebenarnya kalau misalnya belum bisa untuk jalan cepat, itu biasanya pelan-pelan aku suruh jalan dulu, jalan biasa atau jalan santai. Nanti kalau misalnya berat badan sudah mulai turun, seseorang sudah enggak terlalu capek lagi nih untuk ngelakuin aktivitas jalan cepat," paparnya.

Pendekatan bertahap ini penting agar tubuh punya waktu beradaptasi. Setelah berat badan mulai turun dan stamina meningkat, intensitas jalan bisa dinaikkan perlahan menuju jalan cepat.

Porsi Olahraga Tiap Orang Tidak Bisa Disamaratakan

Dr Yaze menegaskan, porsi dan ketahanan olahraga setiap individu berbeda. Penyesuaian latihan harus melihat kondisi fisik masing-masing agar program penurunan berat badan berjalan konsisten dan aman.

"Biasanya memang per individu aku harus lihat juga kemampuan dia olahraga itu seperti apa. Nggak bisa disamain sama orang-orang lain, pasien-pasien lain, karena akan beda kemampuannya," tutupnya.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Gizi

Bila ibu memiliki riwayat nyeri sendi, masalah jantung, atau kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu rencana olahraga dengan dokter. Terutama jika ingin menurunkan berat badan dalam jumlah signifikan atau setelah melahirkan.

Dokter gizi bisa membantu menyusun porsi latihan yang sesuai kemampuan tubuh, sehingga program diet tetap aman dan berkelanjutan.

Menurunkan berat badan tidak harus dengan berlari kencang. Jalan cepat yang dilakukan rutin dan bertahap sudah cukup membantu membakar lemak, terutama bila disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks