BANJARMASIN — Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, menyampaikan komunikasi dengan pemerintah pusat itu usai menemui gabungan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kalsel. Menurut Ariadi, alokasi Rp 1,2 triliun tersebut menyasar delapan provinsi yang mengalami bencana, termasuk Kalimantan Selatan.
Ia belum merinci berapa besaran alokasi yang secara khusus diterima Kalimantan Selatan dari total bantuan tersebut. Pemerintah daerah berharap dukungan itu mempercepat penanggulangan karhutla di wilayah terdampak.
Kawasan Bandara Syamsudin Noor Jadi Prioritas Penanganan
Sejumlah kawasan menjadi prioritas dalam penanganan karhutla, terutama wilayah sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor, Pengayuan, dan Guntung Damar. Pemerintah juga memberi perhatian pada wilayah lain yang membutuhkan penanganan, termasuk Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar.
Penanganan tidak hanya dipusatkan pada kawasan strategis, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Koordinasi antarpemerintah dan unsur terkait diharapkan memperkuat upaya pengendalian kebakaran.
Forkopimda dan Pemkab Diminta Tetap di Lapangan
Pemprov Kalsel bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan pemerintah kabupaten terus melakukan penanganan di lapangan. Ariadi menegaskan pemerintah tidak akan meninggalkan warga di tengah bencana.
"Siang malam kami bekerja di lapangan. Tidak ada kata membiarkan, dan masyarakat kita tidak akan ditinggalkan," tegasnya.
Aspirasi Mahasiswa soal Keterlibatan Pemerintah Pusat
Pernyataan pemerintah itu disampaikan saat menerima aspirasi mahasiswa yang meminta peningkatan keterlibatan pemerintah pusat dalam penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Aksi unjuk rasa berlangsung di depan kantor wakil rakyat provinsi di Banjarmasin.
Gubernur Kalsel sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan dukungan nasional terhadap penanganan karhutla. Informasi terakhir yang diterima daerah menyebut alokasi Rp 1,2 triliun untuk delapan provinsi.
"Hari ini, Pak Gubernur sudah melobi pemerintah pusat agar lebih banyak memberikan bantuan nasional. Informasi terakhir, kita mendapat alokasi Rp1,2 triliun untuk delapan provinsi, termasuk Kalimantan Selatan dan sejumlah daerah lainnya yang mengalami bencana," ujar Ariadi.
Harapan Agar Dampak Kebakaran Ditekan
Pemprov Kalsel berharap penanganan terpadu dapat menekan dampak kebakaran serta mencegah jatuhnya korban jiwa. Koordinasi dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan disebut akan terus dilakukan untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak.
Sejauh ini pemerintah daerah belum membeberkan luas lahan terbakar maupun jumlah warga yang terdampak langsung. Penanganan di lapangan masih berjalan dengan prioritas pada kawasan sekitar bandara dan dua kabupaten yang disebut terdampak.