Pencarian

Dispersip Kalsel Ajak 13 Kabupaten/Kota Perkuat Literasi Inklusif Lewat TPBIS

Selasa, 20 Oktober 2026 • 14:16:01 WIB
Dispersip Kalsel Ajak 13 Kabupaten/Kota Perkuat Literasi Inklusif Lewat TPBIS
Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni membuka pertemuan penguatan literasi inklusif melalui Program TPBIS.

BANJARMASIN — Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni membuka pertemuan tersebut dan menegaskan bahwa peran perpustakaan telah bergeser dari sekadar tempat menyimpan buku menjadi pusat kegiatan masyarakat. Pergeseran itu, menurutnya, dipicu perkembangan teknologi digital dan dinamika kehidupan modern.

Dalam sambutannya, Sri Mawarni menyebut perpustakaan kini berfungsi sebagai ruang pembelajaran sepanjang hayat sekaligus sarana pemberdayaan warga. Program TPBIS diarahkan agar layanan perpustakaan hadir lebih dekat ke masyarakat, mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa.

Dari Tempat Membaca Menjadi Ruang Pemberdayaan Warga

Menurut Sri Mawarni, pendekatan inklusi sosial memastikan manfaat perpustakaan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Perpustakaan didorong membantu peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga, serta membuka kesempatan mengembangkan potensi dan produktivitas.

"Melalui Program TPBIS, perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat membaca, tetapi berkembang menjadi ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak bisa dicapai Dispersip semata. Pengembangan literasi memerlukan keterlibatan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, hingga komunitas masyarakat.

Kolaborasi Lintas Sektor Dinilai Kunci Keberhasilan TPBIS

Dukungan lintas sektor itu, kata Sri Mawarni, perlu diwujudkan melalui pembagian peran, penguatan sumber daya, kebijakan dan penganggaran, serta kemitraan yang berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. Ia menilai komitmen tersebut harus bersifat nyata dan berkelanjutan.

"Kini saatnya kolaborasi tersebut kita kuatkan menjadi komitmen yang nyata dan berkelanjutan," tegasnya.

Pertemuan daring itu juga menghadirkan dua narasumber, yakni Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI Drs. Deni Kurniadi, M.Hum., serta Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Bappenas Didik Darmanto, S.Sos., MPA.

Target: Kesepakatan Konkret dan Rencana Aksi Sepanjang 2026

Sri Mawarni berharap forum tersebut menghasilkan identifikasi potensi kolaborasi dan sumber daya yang bisa disinergikan untuk memperluas jangkauan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Diskusi dan pertukaran gagasan diharapkan mendorong terbentuknya ekosistem literasi inklusif di Kalimantan Selatan.

"Besar harapan saya, melalui diskusi dan pertukaran gagasan pada hari ini, dapat terjalin kesepakatan-kesepakatan konkret dan rencana aksi nyata yang dapat kita implementasikan bersama sepanjang tahun 2026 ini dan masa-masa yang akan datang," pungkasnya.

Ekosistem literasi yang inklusif disebut menjadi salah satu penopang pembangunan sumber daya manusia Kalsel yang unggul, berdaya saing, dan sejahtera.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jurnalkalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks