KALIMANTAN SELATAN — Kolumnis Guardian Barney Ronay mengaku "dihajar" Simon Jordan dalam sebuah segmen TalkSport. Pemicunya adalah tulisan Ronay soal laga Kroasia vs Inggris di Rijeka yang dipenuhi anak-anak sebagai pengganti suporter yang dilarang hadir.
Ronay menulis kolom tentang pertandingan di Rijeka tersebut dalam artikel terbarunya. Ia menyoroti keputusan Federasi Sepak Bola Kroasia mengisi tribun dengan anak-anak, memanfaatkan celah aturan setelah sanksi larangan kehadiran penonton akibat kerusuhan di Paris.
Pemicu "Hajaran" Simon Jordan
Mantan pemilik Crystal Palace itu kini dikenal sebagai pundit vokal di TalkSport. Menurut Ronay, Jordan menyerang pandangannya sebagai bagian dari "woke mind-virus" yang terlalu mempermasalahkan simbol-simbol Nazi.
Ronay mengakui dirinya memang sengaja memperbesar reaksi terhadap kritik Jordan. "Saya dihajar oleh Simon Jordan. Dan saya belum pernah merasa begitu hidup," tulisnya dalam kolom tersebut.
Kritik Ronay: Anak-anak Bukan "Smart Bomb" Logika
Dalam pandangannya, kehadiran anak-anak di stadion tidak menghapus esensi pelanggaran yang sedang dihukum. Ronay menyebut sanksi itu diberikan bukan tanpa alasan, merujuk pada laporan salutan Nazi dalam kerusuhan di Paris.
Ia juga mengangkat insiden suporter Hajduk Split yang berjalan di belakang peti mati sambil meneriakkan "Auschwitz". Bagi Ronay, ini menunjukkan pesan antirasis belum sepenuhnya tertanam di tribun Balkan.
Perdebatan soal "Preaching" dan Kebebasan Berpendapat
Ronay tidak menampik bahwa ceramah moral memang menjengkelkan. Namun ia menegaskan persoalannya bukan soal "snowflake liberal", melainkan soal kelompok yang benar-benar mengagungkan swastika dan Ustase.
Kolom ini menjadi contoh bagaimana perdebatan sepak bola Eropa bergeser dari taktik ke politik identitas. Nama Simon Jordan, Barney Ronay, dan TalkSport pun kembali menjadi bahan perbincangan di media sosial.