PALANGKA RAYA — Bantuan yang diserahkan mencakup rambu kebencanaan, penanda jalur evakuasi, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), masker, vitamin, dan obat-obatan. Sarana itu disertai pelatihan agar warga tidak hanya menerima peralatan, tetapi juga tahu cara memakainya saat bencana terjadi.
PLN menggandeng Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah dalam sosialisasi kesiapsiagaan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan risiko, langkah pencegahan, dan prosedur penyelamatan. Fokus utamanya adalah karhutla yang menjadi ancaman rutin di wilayah Kalimantan Tengah.
Perempuan Dilatih Jadi Ujung Tombak Kesiapsiagaan Keluarga
Program Kaltana 2026 mendorong pemberdayaan warga, termasuk kaum perempuan. Mereka dilatih mengenali risiko di lingkungan sekitar dan mengambil langkah awal saat darurat terjadi.
Manager PLN UP3 Palangka Raya, Bagus Cahyadi, menyebut kesiapan menghadapi bencana harus dibangun lewat keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, sarana pendukung saja tidak cukup tanpa pemahaman cara menggunakannya.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya memiliki sarana pendukung, tetapi juga memahami cara menggunakannya dan mengetahui langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana. Keterlibatan perempuan juga penting karena kesiapsiagaan dapat dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat," ujar Bagus.
Lurah Tanjung Pinang Sebut Pembekalan Bekali Warga Hadapi Darurat
Lurah Tanjung Pinang, Geral Namara, mengapresiasi dukungan PLN Peduli untuk wilayahnya. Menurutnya, ketersediaan sarana yang disertai edukasi dan pelatihan menjadi bekal penting bagi warga.
Warga diharapkan lebih memahami cara melindungi diri, keluarga, dan lingkungan ketika menghadapi potensi bencana. Kemampuan saling membantu antarwarga juga menjadi bagian yang ditekankan dalam pelatihan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Peduli atas dukungan untuk Kelurahan Tanjung Pinang. Pembekalan yang diberikan diharapkan membuat warga lebih memahami tindakan yang perlu dilakukan saat menghadapi situasi darurat dan mampu saling membantu ketika diperlukan," tutur Geral.
BPBPK Kalteng Nilai Kolaborasi Lintas Pihak Kunci Tekan Risiko
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Indra Wiratama, menilai kolaborasi lintas pihak berperan penting mengurangi risiko bencana. Upaya itu membutuhkan koordinasi antara pemerintah, relawan, komunitas, dan masyarakat.
Menurut Indra, pengetahuan dan langkah penanganan harus bisa diterapkan di lingkungan masing-masing warga. Edukasi perlu berjalan beriringan dengan dukungan sarana.
"Pengurangan risiko bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak. Masyarakat perlu mengenali potensi bahaya, memahami jalur evakuasi, dan mengetahui tindakan yang tepat saat keadaan darurat. Karena itu, edukasi perlu berjalan beriringan dengan dukungan sarana agar warga semakin siap menghadapi berbagai risiko," ungkap Indra.
PLN Sebut Ketangguhan Wilayah Tak Hanya Ditentukan Sarana
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan membangun kesiapan masyarakat sejak dini merupakan bagian penting dari upaya mengurangi dampak bencana. Pemahaman terhadap risiko dan kebiasaan bertindak tepat membantu warga menghadapi situasi darurat lebih terarah.
"Ketangguhan sebuah wilayah tidak hanya ditentukan oleh sarana yang tersedia, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat dalam menggunakannya dan mengambil keputusan saat dibutuhkan. Kami berharap program ini dapat menumbuhkan kebiasaan waspada, saling menjaga, dan bekerja sama sehingga warga lebih siap menghadapi berbagai kondisi darurat," tutur Iwan.
Lewat Kaltana 2026, warga Kelurahan Tanjung Pinang didorong semakin terampil mengenali risiko, memahami langkah penyelamatan, dan berkoordinasi saat keadaan darurat. Program ini menyasar penguatan kapasitas warga di kawasan rawan karhutla di Kota Palangka Raya.