Pencarian

IMF: Investasi AI Bisa Koreksi Saham AS 20%, Ekonomi Global Tertekan 1,1%

Selasa, 13 Oktober 2026 • 11:52:31 WIB
IMF: Investasi AI Bisa Koreksi Saham AS 20%, Ekonomi Global Tertekan 1,1%
Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan potensi koreksi saham Amerika Serikat hingga 20 persen akibat investasi kecerdasan buatan (AI).

KALIMANTAN SELATAN — Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan koreksi pasar saham Amerika Serikat hingga 20% jika lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) gagal menghasilkan peningkatan produktivitas yang diharapkan. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2028 bisa berada 1,1 poin persentase di bawah proyeksi dasar akibat guncangan tersebut. Dampaknya terhadap Asia diproyeksikan lebih dalam, dengan pertumbuhan kawasan berpotensi 1,7 poin persentase lebih rendah dari perkiraan awal.

Kepala Ekonom IMF Silvana Tenreyro menilai ketahanan ekonomi global mulai menghadapi batasnya di tengah tekanan konflik geopolitik dan ketidakpastian pasar. Peringatan ini disampaikan IMF di tengah derasnya arus belanja pusat data, infrastruktur komputasi, dan teknologi pendukung AI yang menjadi salah satu penopang permintaan ekonomi dunia.

Investasi AI Dinilai sebagai Guncangan Permintaan Besar

IMF menggambarkan lonjakan investasi AI sebagai guncangan permintaan yang terjadi dalam waktu relatif singkat. Arus belanja ke sektor teknologi mampu mendorong aktivitas ekonomi dalam jangka pendek.

Namun, apabila hasil investasi tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, valuasi perusahaan teknologi berisiko terkoreksi. Penurunan harga saham AS kemudian dapat merambat ke pasar keuangan negara lain, menekan kekayaan investor, serta mengurangi belanja dan investasi.

Asia Paling Rentan Terhadap Efek Rambatan

IMF memperkirakan dampak terhadap Asia lebih besar dibandingkan kawasan lain. Pertumbuhan ekonomi Asia berpotensi 1,7 poin persentase lebih rendah dari perkiraan awal jika koreksi pasar AS benar-benar terjadi.

Risiko ini muncul karena pasar keuangan dan perekonomian sejumlah negara semakin terhubung. Koreksi tajam di Wall Street dapat memicu penyesuaian portofolio investor global dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi di kawasan.

Inflasi Global Berisiko Lampaui 5% pada 2027

Tekanan tidak hanya datang dari sektor teknologi. IMF memperingatkan konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi turut membayangi prospek pertumbuhan dan inflasi dunia.

Gangguan di kawasan Teluk berpotensi mendorong inflasi global melampaui 5% pada 2027, dengan probabilitas sekitar 35%. Tekanan harga energi menjadi salah satu pemicu utama risiko tersebut.

Ruang Fiskal Pemerintah Semakin Sempit

Kemampuan pemerintah merespons guncangan ekonomi juga menyusut akibat kenaikan utang. IMF memproyeksikan utang publik negara-negara maju mencapai 115% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2031, naik dari 108% pada 2025.

Sementara itu, utang negara berkembang diperkirakan meningkat dari 74% menjadi 84% PDB pada periode yang sama. Kondisi ini membatasi ruang fiskal untuk menstimulus ekonomi saat tekanan datang.

Apa Artinya bagi Investor Indonesia

Bagi investor di pasar domestik, peringatan IMF ini menjadi sinyal untuk mencermati eksposur portofolio terhadap saham teknologi global dan aset berdenominasi dolar AS. Koreksi di pasar AS biasanya diikuti aliran modal keluar dari pasar berkembang, termasuk Indonesia.

IMF menuturkan arah pertumbuhan global tidak merata. Sejumlah negara diuntungkan oleh kuatnya permintaan terkait AI, sementara negara lain lebih rentan terhadap guncangan pasokan akibat konflik.

"Ekonomi global tidak sekadar melambat atau berakselerasi; sebaliknya, pertumbuhan sedang dialokasikan ulang antarnegara berdasarkan tingkat keterpaparan mereka terhadap guncangan pasokan akibat perang dan kuatnya permintaan yang didorong oleh akal imitasi (AI)," ujar Tenreyro.

Kombinasi risiko tersebut membuat prospek ekonomi global bergantung pada kemampuan investasi AI menghasilkan manfaat ekonomi nyata, sekaligus kemampuan pemerintah dan bank sentral mengantisipasi tekanan dari pasar keuangan, energi, dan fiskal.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks