Pencarian

PM2.5 Banjarbaru Capai 271,5 µg/m³ Pagi Ini, Udara Masuk Kategori Berbahaya

Kamis, 10 September 2026 • 09:16:01 WIB
PM2.5 Banjarbaru Capai 271,5 µg/m³ Pagi Ini, Udara Masuk Kategori Berbahaya
Konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru tercatat 271,5 µg/m³ pada pagi 10 September 2026.

BANJARBARU — Data pantauan aplikasi InfoBMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru berada di level 271,5 µg/m³ pada pagi 10 September 2026. Nilai itu menempatkan kualitas udara kota ini dalam kategori berbahaya.

PM2.5 adalah partikel berukuran diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya memungkinkan partikel masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Lonjakan Cepat dalam Sehari

Pada 9 September 2026 pukul 11.00 WIB, laman BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 Banjarbaru di angka 29,8 µg/m³. Kategori saat itu sedang.

Selisih kedua angka menunjukkan konsentrasi partikulat bisa berubah cepat. Perubahan mengikuti kondisi atmosfer, sumber emisi, arah angin, dan faktor cuaca lain.

Pagi hari menjadi waktu yang perlu diperhatikan saat kabut asap muncul. Dalam kondisi atmosfer tertentu, asap dan partikulat terakumulasi di dekat permukaan.

Kabut Asap Bukan Sekadar Soal Jarak Pandang

Masyarakat diminta tidak hanya menilai ketebalan kabut secara visual. Data konsentrasi PM2.5 disebut lebih menentukan seberapa buruk udara yang dihirup.

Kondisi ini muncul di tengah kewaspadaan karhutla di Kalimantan Selatan. BMKG pada awal September 2026 mengingatkan September masih menjadi salah satu fase kritis karhutla.

Cuaca kering dan pengaruh El Niño menjadi faktor yang perlu diwaspadai. BMKG Kalsel terus memantau kondisi iklim dan potensi karhutla di wilayah tersebut.

Kelompok Rentan Paling Berisiko

Paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan. Keluhan yang bisa muncul antara lain batuk, iritasi tenggorokan, mata perih, dan sesak napas.

Anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan dan penyakit kardiovaskular perlu mendapat perhatian lebih.

Anjuran bagi Warga Banjarbaru

Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kabut asap pekat. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus dapat membantu mengurangi paparan.

Aktivitas fisik berat di luar ruangan sebaiknya dihindari. Masyarakat juga diimbau memantau perkembangan kualitas udara melalui InfoBMKG dan sumber resmi lain, karena konsentrasi PM2.5 dapat berubah sepanjang hari.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks