Pencarian

Kekerasan Anak di Kota Bogor: KPAID Temukan Terduga Pelaku Usia 6 Tahun

Jumat, 11 September 2026 • 09:20:01 WIB
Kekerasan Anak di Kota Bogor: KPAID Temukan Terduga Pelaku Usia 6 Tahun
KPAID Kota Bogor mengungkap adanya anak usia 6 tahun yang disebut sebagai terduga pelaku kekerasan anak.

KALIMANTAN SELATAN — Kasus kekerasan yang melibatkan anak di Kota Bogor menunjukkan pola baru. Data terbaru KPAID Kota Bogor mengungkap adanya anak berusia 6 tahun yang disebut sebagai terduga pelaku.

Temuan ini menandai pergeseran dari tren sebelumnya, ketika kasus serupa lebih banyak dikaitkan dengan anak usia remaja 15–17 tahun. Situasi tersebut dinilai sebagai sinyal penting untuk memperkuat perlindungan dan pengasuhan anak sejak dini.

Respons DPRD Kota Bogor

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Bogor yang juga anggota Komisi II, Endah Purwanti, menyoroti persoalan ini. Menurutnya, penanganan kasus anak tidak bisa hanya fokus pada korban.

"Penanganan tidak boleh berhenti pada pendampingan korban, tetapi juga wajib menyentuh anak yang menjadi pelaku melalui pendekatan edukatif dan psikologis," kata Endah, Kamis, 10 September 2026.

Pendekatan yang dimaksud disesuaikan dengan kondisi dan tahap perkembangan anak. Anak yang menjadi terduga pelaku tetap perlu mendapat pendampingan, bukan hanya hukuman.

Pencegahan Dimulai dari PAUD

Endah menilai upaya pencegahan perlu dimulai sejak anak berada di lingkungan pendidikan usia dini. Edukasi di PAUD mengenai batasan tubuh, interaksi sosial yang aman, serta perlindungan diri perlu dikenalkan sejak dini.

Metode pembelajaran yang digunakan pun harus sesuai dengan perkembangan anak. Tujuannya agar anak memahami konsep perlindungan diri tanpa merasa takut atau tertekan.

Peran Keluarga Jadi Kunci

Selain lingkungan pendidikan, keluarga disebut sebagai bagian penting dalam mencegah anak terlibat kekerasan. Endah menekankan perlunya peran orang tua memperkuat ketahanan keluarga melalui program parenting.

"Peran orang tua untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui program parenting. Perceraian, lingkungan tidak kondusif, dan minimnya komunikasi dalam rumah tangga diidentifikasi sebagai pemicu utama masalah anak," jelasnya.

Beberapa faktor yang diidentifikasi dapat memicu masalah pada anak antara lain perceraian, lingkungan yang tidak kondusif, serta minimnya komunikasi dalam rumah tangga.

Yang Perlu Orang Tua Perhatikan

Perubahan perilaku anak yang tiba-tiba agresif atau menarik diri perlu dicermati. Komunikasi terbuka di rumah menjadi langkah awal untuk mendeteksi persoalan sebelum membesar.

Jika anak menunjukkan tanda-tanda terlibat kekerasan, baik sebagai korban maupun pelaku, segera konsultasikan dengan psikolog anak atau lembaga perlindungan anak setempat. Pendampingan profesional membantu anak memahami dan mengelola emosinya dengan tepat.

Penguatan pengasuhan di rumah dan edukasi di sekolah menjadi dua pilar yang saling melengkapi. Keduanya berperan penting agar anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung perkembangannya.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bogor.viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks