BANJARBARU — Tim gabungan pengendali karhutla Kalimantan Selatan mengubah strategi pemadaman di lahan gambut yang selama ini kerap gagal karena api kembali muncul ke permukaan. Melalui metode pipa suntik, air dialirkan langsung menembus lapisan gambut sedalam dua meter untuk menjangkau titik bara di bawah tanah.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengungkapkan, berdasarkan hasil uji coba di lapangan, metode ini terbukti efektif menekan bara api bawah tanah secara signifikan. Ke depannya, sebanyak 50 unit pipa penusuk gambut disiapkan untuk ditempatkan secara berkelanjutan di titik-titik rawan api.
Karakter Gambut Membuat Api Sulit Padam Total
Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan, karakteristik lahan gambut yang tebal menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Ketika bagian permukaan berhasil dipadamkan, bara di kedalaman tanah masih tetap menyala dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Lahan di bawahnya ini berupa gambut. Ketika bagian atas dipadamkan, bawah tanahnya masih membara. Karena itu, kita berkolaborasi menggunakan alat pipa khusus yang ditanam hingga kedalaman sekitar dua meter ke dalam gambut," ujar Kapolda di lokasi penanganan karhutla, Guntung Damar, Banjarbaru, Jumat (28/8/2026) sore.
Kolam Bioflok dengan Racikan Kimia Khusus
Selain pipa suntik, tim gabungan juga menempatkan kolam-kolam bioflok portabel di sejumlah titik strategis seperti Guntung Damar dan Pengayuan. Kolam penampungan air ini dicampur dengan formula kimia khusus dari Bidlabfor Polda Kalsel yang berfungsi meredam panas dan memperkuat daya serap air.
Campuran zat tersebut membuat air yang disemprotkan atau disuntikkan ke dalam gambut lebih efektif menurunkan suhu di lapisan tanah, sehingga proses pendinginan bara api berjalan lebih cepat dibandingkan penggunaan air biasa.
Keterlibatan Multiinstansi dalam Penanganan Karhutla
Operasi pemadaman ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, hingga Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Sinergi ini diperlukan mengingat luasan lahan gambut yang terbakar membutuhkan penanganan terpadu dan berkelanjutan.
Pihak kepolisian memastikan penempatan pipa suntik dan kolam bioflok akan terus dilakukan secara bertahap mendekati titik-titik rawan api untuk mencegah meluasnya kebakaran di kawasan Guntung Damar dan sekitarnya.