Pencarian

Polda Kalsel Suntik Gambut dengan Cairan Surfaktan Nabati di Banjarbaru, Suhu 120 Derajat Turun ke 30 dalam Satu Menit

Kamis, 03 September 2026 • 21:02:31 WIB
Polda Kalsel Suntik Gambut dengan Cairan Surfaktan Nabati di Banjarbaru, Suhu 120 Derajat Turun ke 30 dalam Satu Menit
Personel Polda Kalimantan Selatan menyuntikkan cairan surfaktan nabati ke lahan gambut di Pengayuan, Banjarbaru, untuk memadamkan bara api bawah tanah.

BANJARBARU — Polda Kalimantan Selatan menerapkan metode baru memadamkan bara api bawah tanah di lahan gambut seluas 900 hektare di Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Banjarbaru. Inovasi ini menyuntikkan cairan surfaktan berbahan minyak nabati melalui pipa sedalam dua meter ke dalam tanah, dan berhasil menurunkan suhu dari 120 derajat celsius menjadi sekitar 30 derajat celsius hanya dalam satu menit. Keberhasilan itu terpantau melalui drone thermal di lokasi kebakaran.

BANJARBARU — Kebakaran lahan gambut sering kali sulit dipadamkan karena apinya membara di bawah permukaan tanah, jauh dari jangkauan air siraman biasa. Polda Kalimantan Selatan kini mengklaim telah menemukan cara yang lebih efektif menangani persoalan itu: menyuntikkan cairan khusus langsung ke titik bara.

Metode yang diuji di lahan gambut seluas 900 hektare di Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Banjarbaru, ini mengombinasikan cairan surfaktan MES berbahan dasar minyak nabati dengan pipa yang ditancapkan sedalam dua meter ke dalam tanah. Hasilnya, bara di dalam tanah benar-benar padam dan suhu tanah turun lebih cepat.

Penurunan Suhu Drastis Terverifikasi Drone Thermal

"Cairan ini dikombinasikan dengan metode penyuntikan pipa ke dalam tanah sepanjang dua meter, hasilnya bara di dalam benar-benar padam dan suhu dingin lebih cepat," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Rabu.

Kapolda menyatakan efektivitas metode ini terverifikasi melalui pemantauan drone thermal. Pada titik awal penancapan pipa, suhu tanah gambut terdeteksi mencapai 120 derajat celsius. Namun, setelah cairan surfaktan diinjeksikan melalui pipa selama satu menit, suhu di dalam tanah langsung turun ke kisaran 30 derajat celsius.

Penurunan suhu yang drastis itu disebut menjadi indikator kuat bahwa metode suntik gambut ini efektif memadamkan bara api bawah tanah yang selama ini menjadi momok bagi petugas pemadam kebakaran lahan.

Daya Serap Lebih Cepat Dibanding Air Biasa

Cairan inovasi Bidlabfor Polda Kalsel ini memiliki daya penetrasi yang lebih cepat dan meresap ke dalam tanah gambut dibandingkan air biasa ataupun detergen. Sifat tersebut menjadi kunci utama dalam menjangkau titik api yang berada jauh di dalam lapisan gambut.

Kasubbid Narkoba Bidlabfor Polda Kalsel AKP Meilia Rahma menjelaskan, seluruh campuran cairan yang diracik dipastikan ramah lingkungan. Formulanya tidak merusak mikroorganisme, dan vegetasi dijamin tetap bisa tumbuh ketika kondisi lahan sudah normal kembali.

"Surfaktan ini membuat air lebih efektif dalam memadamkan lahan karena sifatnya menutup suplai oksigen ke dalam tanah," ujar Meilia.

Produksi Massal dan Standarisasi Peralatan Menunggu Logistik

Kapolda telah menginstruksikan Bidlabfor Polda Kalsel untuk segera memproduksi massal formula cairan ini. Standarisasi sistem pipa undercooling juga diperintahkan agar bisa diimplementasikan secara masif oleh seluruh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

Personel Bidlabfor menyatakan kesanggupan memproduksi cairan hingga 100 liter untuk dicampur ke dalam satu kolam bioflok berkapasitas 12 ribu liter air.

Kendala yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya bahan baku yang harus dibeli dari Pulau Jawa. "Kami memang terkendala terbatasnya bahan baku yang dibeli di pulau Jawa, hasil koordinasi dengan teman-teman TNI akan membantu distribusi agar lebih cepat," ungkap kapolda.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks