KALIMANTAN SELATAN — PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mencatatkan diri sebagai dua emiten dengan penurunan jumlah investor terdalam sepanjang perdagangan Juli 2026. Data kepemilikan saham menunjukkan ribuan investor memilih keluar dari kedua saham tersebut dalam sebulan terakhir.
Pelepasan Investor di BTEL dan WBSA Capai Puluhan Ribu Akun
Jumlah investor BTEL susut hingga 97,92 persen setelah 46.601 akun Single Investor Identification (SID) tercatat melepas kepemilikannya. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan emiten lain di bursa sepanjang periode tersebut.
Sementara itu, WBSA ditinggalkan oleh 42.023 investor, setara dengan 31,61 persen dari total pemegang sahamnya dalam sebulan. Jika dilihat dalam tiga bulan terakhir, akumulasi pelepasan saham di WBSA bahkan mencapai 562.165 akun SID, atau setara 86,08 persen.
BUMI Masuk Daftar, Penurunannya Paling Landai
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turut masuk dalam jajaran saham dengan penurunan jumlah investor terbesar. Sebanyak 17.452 investor tercatat melepas kepemilikannya di saham emiten batu bara tersebut sepanjang Juli 2026.
Meski jumlahnya signifikan, secara persentase penurunan investor BUMI relatif tipis, hanya 2,93 persen. Hal ini menunjukkan basis investor BUMI yang jauh lebih besar dibandingkan BTEL maupun WBSA.
Daftar 15 Saham dengan Penurunan Investor Terdalam Juli 2026
Berikut adalah daftar lengkap 15 saham yang mengalami penurunan jumlah investor terdalam sepanjang perdagangan Juli 2026:
- PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) — 46.601 investor, turun 97,92 persen
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) — 42.023 investor, turun 31,61 persen
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) — 17.452 investor, turun 2,93 persen
Fenomena pelepasan saham secara massal ini biasanya dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari kinerja keuangan yang di bawah ekspektasi, aksi korporasi yang tidak menguntungkan, hingga sentimen negatif yang menyelimuti sektor usaha emiten. Bagi investor yang masih memegang saham-saham tersebut, mencermati perkembangan fundamental dan likuiditas perdagangan menjadi langkah yang perlu dilakukan.