KALIMANTAN SELATAN — Kegiatan rutin ke posyandu kadang bikin si kecil rewel, terutama saat ditimbang. Antrean panjang dan alat yang terkesan kaku sering bikin anak menangis dan data jadi tidak akurat. Kabar baiknya, kini ada inovasi baru yang mencoba mengubah suasana itu menjadi lebih ramah untuk buah hati dan memudahkan para ibu, lho.
Mengubah Suasana Posyandu dengan Timbangan Ramah Anak
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UM Bandung menghadirkan terobosan di Posyandu Mayasari 3, Kabupaten Bandung. Mereka membuat timbangan balita dengan desain menyerupai mobil-mobilan, sehingga anak-anak merasa sedang bermain, bukan diperiksa.
Ketua tim, Dianti Eka Aprilia dari Prodi Teknik Informatika, menjelaskan alat ini bukan sekadar timbangan biasa. "Timbangan ini dapat mengirimkan hasil penimbangan ke dashboard posyandu digital," ujarnya. Dengan begitu, data tumbuh kembang anak tercatat otomatis tanpa perlu repot menulis manual, yang seringkali memakan waktu dan rawan salah catat.
Data Langsung Tersimpan, Ibu Lebih Mudah Pantau
Hasil timbangan dari alat IoT ini langsung terintegrasi dengan aplikasi bernama Rasi Balita. Aplikasi ini adalah dashboard posyandu berbasis web yang berfungsi untuk mencatat, menyimpan, dan memantau data pertumbuhan balita secara digital.
Manfaatnya terasa banget buat para ibu. Kamu tidak perlu lagi menunggu lama untuk melihat grafik perkembangan anak. Kader posyandu juga diuntungkan karena pekerjaan pencatatan menjadi lebih cepat dan akurat, sehingga fokus bisa dialihkan untuk konsultasi dan edukasi dengan orang tua.
Lebih dari Sekadar Teknologi: Sentuhan Prophetic Parenting
Inovasi ini tidak berhenti pada teknologinya saja. Tim PKM juga memberikan penyuluhan bertajuk Prophetic Parenting kepada 38 orang tua balita. Kegiatan ini berlangsung pada 18 Agustus 2026 dan diikuti dengan diskusi hangat serta tanya jawab seputar tantangan pengasuhan.
Materi yang dibahas pun sangat relevan, mulai dari pengasuhan penuh kasih sayang, keteladanan, hingga pendampingan penggunaan teknologi pada anak. Sebanyak 50 eksemplar modul edukasi juga telah dibagikan agar para orang tua bisa terus belajar di rumah.
Peran Orang Tua dalam Keberhasilan Tumbuh Kembang
Dianti menekankan bahwa pemantauan tumbuh kembang tidak boleh berhenti di posyandu. Menurutnya, keterlibatan orang tua adalah kunci utama. "Edukasi pengasuhan diharapkan membuat orang tua semakin memahami pentingnya perhatian, kasih sayang, keteladanan, dan pemantauan perkembangan anak secara berkelanjutan," jelasnya.
Dengan kombinasi data yang akurat dari timbangan IoT dan pemahaman pengasuhan yang baik, para ibu bisa lebih percaya diri memastikan si kecil tumbuh optimal. Program ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi solusi sederhana yang langsung dirasakan manfaatnya oleh keluarga.