KALIMANTAN SELATAN — Kesuksesan di kandang sendiri itu mempertegas dominasi Yamaha di sirkuit kebanggaan Indonesia. Selain kemenangan Wahyu di kelas Supersport 600, tim juga membawa pulang podium ketiga dari kelas AP250 lewat aksi agresif Fadhil Musyavi pada Race 2, Minggu (9/8).
Tambahan poin dari Mandalika menjaga persaingan Yamaha di klasemen menjelang dua seri pamungkas musim 2026.
Strategi Rapi Wahyu Nugroho di Tengah Sengitnya Pertarungan SS600
Wahyu menunjukkan race pace impresif sejak sesi kualifikasi Jumat. Eksekusi strategi balap yang rapi membawanya menyentuh garis finis terdepan di Race 1, mengamankan 25 poin penuh untuk Yamaha Racing Indonesia.
Namun, tantangan berbeda muncul di Race 2. Suhu aspal Mandalika yang mendidih dan duel wheel-to-wheel yang ketat memaksanya puas di posisi ke-4. Hasil itu tetap memperkuat posisinya di urutan ke-4 klasemen sementara dengan koleksi 96 poin.
Rekan setimnya, M. Faerozi, juga menunjukkan grafik positif. Setelah finis P7 di Race 1, ia menembus P6 di Race 2. Konsistensi ini mendongkraknya ke peringkat 9 klasemen sementara dengan 54 poin.
Wildcard WSPB dan Podium Perdana Fadhil Musyavi di AP250
Arai Agaska, pembalap World Sportbike (WSPB) yang turun via wildcard di kelas SS600, memanfaatkan ajang ini untuk menambah jam terbang. Finis P5 dan P8 di Mandalika menjadi modal berharga untuk mengasah determinasinya di kancah internasional.
Kejutan datang dari kelas Asia Production 250 (AP250). Fadhil Musyavi tampil spektakuler di Race 2 dengan start dari grid ke-11. Overtaking agresif dan konsisten membawanya merangkak naik hingga finis P3. Ini podium perdana Musyavi musim ini, menebus hasil kurang memuaskan P13 di Race 1.
Nasib kurang beruntung menimpa Candra Hernawan. Setelah solid di P4 pada Race 1, ia harus tersingkir di Race 2 akibat crash menjelang lap terakhir.
Evaluasi Tim Jelang Dua Seri Terakhir ARRC 2026
Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, menegaskan hasil Mandalika menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi besar. "Championship tinggal tersisa dua seri. Konsistensi, adaptasi, dan eksekusi strategi akan menjadi kunci penting. Hasil positif di Mandalika menjadi motivasi kami untuk menjaga tren positif, mempertahankan peluang di championship, serta menjaga performa hingga akhir musim 2026," pungkas Wahyu dalam keterangan resminya.
Dengan dua seri tersisa, persaingan gelar juara ARRC 2026 dipastikan semakin panas. Yamaha Racing Indonesia membawa modal kepercayaan diri tinggi setelah membuktikan diri kompetitif di hadapan pendukung sendiri.