Pencarian

Prabowo Klaim Investasi Besar Masuk RI, Realisasi Juni Capai Rp1.010 Triliun

Kamis, 17 September 2026 • 14:26:31 WIB
Prabowo Klaim Investasi Besar Masuk RI, Realisasi Juni Capai Rp1.010 Triliun

KALIMANTAN SELATAN — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan kedatangan investasi besar-besaran dalam beberapa pekan ke depan. Keyakinan itu disampaikan setelah ia bertemu sejumlah pelaku usaha besar dunia dan menilai fundamental ekonomi nasional tetap kuat. Realisasi investasi hingga Juni 2026 sendiri sudah mencapai Rp1.010 triliun.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keyakinannya bahwa gelombang investasi besar akan segera masuk ke Indonesia dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu (16/9), dengan menekankan bahwa beberapa pekan ke depan akan menjadi momen krusial bagi masuknya modal asing.

"Ini beberapa minggu ke depannya, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," ujar Prabowo.

Dasar keyakinan tersebut, menurut Prabowo, adalah pertemuannya dengan sejumlah pengusaha besar dunia yang menyatakan minat menanamkan modal di Indonesia. Ia menilai para investor melihat kondisi fundamental ekonomi Indonesia sebagai pertimbangan utama.

Realisasi Investasi Rp1.010 Triliun hingga Juni 2026

Prabowo memaparkan realisasi investasi hingga Juni 2026 telah mencapai Rp1.010 triliun. Angka itu dinilai menunjukkan aktivitas investasi masih berjalan sesuai target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp1.931 triliun. Investasi tersebut turut berkontribusi terhadap pembukaan lapangan kerja baru di dalam negeri.

Pemerintah mencatat sekitar 2,7 juta lapangan kerja baru tercipta sepanjang 2025. Sementara hingga 2026 berjalan, jumlah lapangan kerja yang telah dibuka mencapai sekitar 1,4 juta.

Prabowo menegaskan angka tersebut merupakan hasil aktivitas investasi yang masuk ke Indonesia, bukan berasal dari program pemerintah. Ia menyebut investasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Fundamental Ekonomi Jadi Pertimbangan Investor

Selain investasi, Prabowo menyoroti sejumlah indikator makroekonomi yang menurutnya menjadi dasar kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. Ia menyebut inflasi Indonesia berada pada level rendah, sementara rasio utang dan defisit dinilai masih terkendali.

Prabowo mencatat inflasi berada di angka 2,92 persen. Menurutnya, angka itu termasuk salah satu yang terendah di dunia.

"Ekonomi kita bagus. Inflasi kita salah satu terendah di dunia. 2,92 persen. Anda bayangkan," ujarnya.

Ia juga membandingkan posisi defisit Indonesia dengan sejumlah negara lain. Prabowo menyebut defisit Indonesia masih di bawah 3 persen, sedangkan Filipina sekitar 6 persen, India 4,6 persen, dan Prancis 5,4 persen.

"Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman," ujar Prabowo.

Proyeksi Goldman Sachs dan Optimisme Jangka Panjang

Prabowo juga berbicara mengenai prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Ia merujuk pada proyeksi Goldman Sachs yang memperkirakan Indonesia dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2050.

"Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan," ujarnya.

Dengan prospek tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah akan terus menjaga kondisi ekonomi sekaligus mendorong masuknya investasi ke Indonesia. Ia menilai arus investasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.

"Semua orang percaya sama Indonesia, makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimistis," ujar Prabowo.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks