BANJARBARU — Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby memastikan tahapan persiapan pembangunan Jalan Lingkar Selatan menjadi prioritas daerah. Saat ini fokus pemerintah kota adalah merampungkan seluruh readiness criteria, mulai dari dokumen Detail Engineering Design (DED), Feasibility Study, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hingga Analisis Dampak Lalu Lintas.
"Fokus kita saat ini menyelesaikan seluruh readiness criteria, mulai dari dokumen Detail Engineering Design, Feasibility Study, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan hingga Analisis Dampak Lalu Lintas," ujar Lisa di Kota Banjarbaru, Jumat.
Menghubungkan Tiga Ruas Jalan di Selatan Banjarbaru
Trase jalan lingkar ini direncanakan membentang di wilayah selatan kota. Jalan tersebut akan menghubungkan Jalan Purnawirawan di Kelurahan Palam, menuju Jalan Guntung Manggis, serta tembus ke ruas Liang Anggang-Bati-Bati.
Pembangunan infrastruktur ini dinilai mendesak seiring meningkatnya mobilitas warga dan meluasnya kawasan permukiman serta aktivitas ekonomi di Banjarbaru. Kepadatan lalu lintas di Bundaran Simpang Empat disebut menjadi salah satu titik terparah yang harus segera dicari solusinya.
Mengurangi Beban Kendaraan Berat di Pusat Kota
Kehadiran jalan lingkar diharapkan mampu memecah konsentrasi kendaraan, khususnya angkutan barang. Selama ini truk-truk besar kerap melintasi jalan protokol kota sehingga memperlambat laju kendaraan lain dan mempercepat kerusakan aspal.
"Harapan kami ke depan, jalan ini mampu mengurai kemacetan, mengalihkan kendaraan angkutan berat dari pusat kota, sekaligus membuka akses pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur dan selatan Banjarbaru," kata Lisa.
Memicu Pusat Ekonomi dan Investasi Baru
Selain memperlancar distribusi barang dan jasa, proyek ini diproyeksikan meningkatkan nilai kawasan di pinggiran kota. Konektivitas yang lebih baik dinilai akan menarik minat investor dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
"Pemerataan pembangunan menjadi salah satu manfaat penting yang diharapkan dari proyek itu karena konektivitas yang semakin baik akan memperluas akses masyarakat di wilayah pinggiran terhadap pusat pelayanan dan aktivitas ekonomi," tuturnya.
Lisa menambahkan, pemerintah kota terus mendorong percepatan penyelesaian persyaratan administratif sebelum memasuki tahap pembangunan fisik. Proyek ini diyakini menjadi fondasi bagi Banjarbaru untuk tumbuh sebagai kota yang lebih terkoneksi dan berdaya saing.
"Kami ingin pembangunan jalan itu benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung Banjarbaru menjadi kota yang semakin terkoneksi, maju dan memiliki daya saing," katanya.