Salat Istisqa Digelar Pemkot Banjarbaru di Tengah Kemarau Panjang, Wali Kota Ajak Warga Jaga Alam

Penulis: Deni Kurniawan  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:49:01 WIB
Ratusan pegawai dan warga mengikuti Salat Istisqa yang dipimpin Wali Kota Banjarbaru di tengah kemarau panjang.

BANJARBARU — Di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby bersama Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni turut hadir memimpin jalannya Salat Istisqa. Kegiatan ini diikuti ratusan pegawai dari berbagai perangkat daerah dan instansi di lingkungan Pemkot Banjarbaru.

Salat Istisqa dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarbaru, KH Mukhlis Kaspul Anwar, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Ribuan jemaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah sejak pagi hari.

Kemarau Berdampak ke Kesehatan dan Ancaman Karhutla

Dalam khotbahnya, KH Mukhlis Kaspul Anwar menyampaikan bahwa kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan Selatan telah memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah berkurangnya sumber air bersih dan mengeringnya tanaman milik warga.

"Kondisi ini juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat memicu kabut asap," ujarnya di hadapan jemaah.

Dampak tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi dan sosial warga sehari-hari. Karena itu, momen Salat Istisqa dijadikan sebagai bahan introspeksi bersama.

Bukan Sekadar Ritual, tapi Momentum Perbaikan Diri

KH Mukhlis Kaspul Anwar menegaskan bahwa Salat Istisqa bukan sekadar ritual untuk memohon turunnya hujan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan sekitar.

Jemaah diajak untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak rasa syukur, serta memohon ampunan atas segala perbuatan yang mungkin menjadi penyebab terganggunya keseimbangan alam.

Ia juga menyerukan gerakan pembersihan hati dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Masyarakat diminta menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang dapat memperparah risiko kebakaran dan kekeringan.

Harapan Hujan Segera Turun

Di penghujung khotbah, seluruh jemaah diajak berdoa bersama agar kemarau dan kekeringan yang melanda segera berakhir. Diharapkan curahan hujan dapat kembali turun sehingga kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat dapat berangsur pulih.

Kegiatan Salat Istisqa ini menjadi pengingat bagi warga Banjarbaru akan pentingnya menjaga alam. Sebab, kerusakan lingkungan akibat ulah manusia kerap menjadi pemicu bencana kekeringan yang berkepanjangan.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: jejakrekam.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top