KALIMANTAN SELATAN — Xiaomi menghadirkan Redmi 17 di pasar Indonesia sebagai penerus Redmi 15, membawa baterai jumbo 7.500 mAh, layar 6,9 inci, dan penyimpanan hingga 256 GB di kelas harga mulai Rp 2 jutaan. Smartphone ini diposisikan di segmen entry level, di bawah lini Redmi Note namun di atas Redmi A Series. Kehadirannya menambah pilihan perangkat tahan lama bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dibanding performa gaming.
Paket penjualan Redmi 17 mencakup unit dengan screen protector terpasang, charger 45 W, kabel USB A to C, case, SIM ejector, dan dokumen. Kelengkapan aksesori di dalam kotak terbilang jarang ditemui pada perangkat di rentang harga serupa, terutama untuk charger berdaya 45 W.
Desain dan Dimensi: Flat dengan Empat Pilihan Warna
Redmi 17 mengusung desain serba flat pada sisi depan dan frame, sementara bagian belakang sedikit melengkung. Bodi belakang dan frame sama-sama menggunakan polikarbonat.
Ada empat opsi warna: Oak Green, Lotus Purple, Deep Blue, dan Black. Varian Oak Green memiliki corak ala dedaunan pada back cover, sedangkan Lotus Purple bergradasi seperti awan di langit. Untuk Black dan Deep Blue, back cover tampil polos.
Dimensinya 170,12 mm x 78,42 mm x 8,8 mm dengan bobot 234 gram. Angka tersebut tergolong berat, tetapi wajar mengingat kapasitas baterai yang dibawa. Perangkat sudah bersertifikat IP64, artinya kedap debu dan tahan cipratan air dari berbagai sudut—bukan untuk ditenggelamkan.
Posisi Tombol dan Port
Sisi kanan menampung tombol power yang merangkap fingerprint scanner serta tombol volume. Sisi atas berisi grill speaker dan audio combo jack 3,5 mm. Sisi kiri kosong, sementara sisi bawah diisi SIM tray hybrid, port USB C standar USB 2.0, mikrofon, dan grill speaker.
SIM tray hybrid mampu menampung dua nano SIM, atau satu nano SIM plus microSD hingga 2 TB. Fitur IR blaster tidak tersedia di perangkat ini.
Layar 6,9 Inci IPS dengan Refresh Rate Adaptif
Panel IPS 6,9 inci membawa resolusi HD+ (1600 x 720 piksel) dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz dan touch sampling rate hingga 240 Hz. Layar dilindungi Corning Gorilla Glass 7i.
Pada pengujian indoor, brightness maksimal mencapai 708 nits. Di simulasi outdoor, angkanya naik hingga 848 nits—masih terbaca jelas untuk pemakaian di luar ruangan.
Tersedia dua mode warna, Vivid dan Standard. Mode Vivid mencakup 99,3% sRGB dengan gamut volume 120,9% sRGB, sementara cakupan DCI-P3 berada di sekitar 85%. Mode Standard tidak berbeda jauh, hanya terasa sedikit lebih warm. Untuk konsumsi konten warna sudah memadai, tetapi editing warna perlu kehati-hatian karena bisa bergeser tipis.
Bezel layar bukan yang tertipis di kelasnya. Di bagian atas terdapat earpiece dan kamera selfie 8 MP (f/2.05, fixed focus, video hingga 1080p 30 FPS) yang ditempatkan di punch-hole. Layar juga membawa tiga sertifikasi TÜV Rheinland: Low Blue Light, Circadian Friendly, dan Flicker Free.
Kamera Utama 50 MP dan RGB LED
Kamera belakang mengandalkan sensor 50 MP dengan lensa 5P, bukaan f/1.8, autofocus, dan perekaman video hingga 1080p 30 FPS. Ada kamera bonus serta LED flash di sampingnya.
Di dekat flash terdapat RGB LED yang menyala saat panggilan masuk, notifikasi, pengisian daya, atau saat bermain game. Fungsinya mirip LED notifikasi, dan bisa dimanfaatkan sebagai countdown timer kamera.
Speaker Ganda dan Peningkatan dari Redmi 15
Redmi 17 dibekali dual speaker dengan opsi peningkatan volume hingga 300%. Pada pengujian, kualitas suara di level maksimal masih bisa diterima dan tidak pecah. Volume ekstrem ini lebih pas untuk panggilan via loudspeaker.
Speaker ganda menjadi salah satu peningkatan dibanding Redmi 15 yang masih mono speaker. Ditambah baterai 7.500 mAh, daya tahan perangkat menjadi nilai jual utama di segmen entry level.
Dengan kombinasi baterai besar, layar luas, NFC, dan penyimpanan hingga 256 GB plus slot microSD, Redmi 17 menawarkan paket yang jarang ditemui di kelas Rp 2 jutaan. Xiaomi tampaknya menargetkan pengguna yang butuh perangkat tahan lama untuk kerja harian dan konsumsi konten, bukan untuk gaming berat.