KALIMANTAN SELATAN — Chery Group mengumumkan penjualan kumulatif 20 juta unit kendaraan sejak berdiri 1997, dengan ekspor menjadi mesin pertumbuhan utama. Sepanjang paruh pertama tahun ini, Chery mengekspor 943 ribu unit atau naik 71,5% dibanding periode sama tahun lalu. Klaim ambisi AI dan investasi US$ 5 miliar jadi sinyal Chery ingin lepas dari label merek konvensional.
Guibing Zhang, Executive Vice President Chery Auto, menyampaikan angka 20 juta unit itu dalam sebuah forum di Wuhu, China. Zhang menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti mobil buatannya makin diterima pasar global. Chery juga menegaskan diri masih produsen muda yang banyak belajar dari pemain lama.
Belajar Durabilitas dari Toyota, Elektrik dari Tesla
Zhang menyebut dua nama yang jadi acuan Chery selama ini. Untuk urusan ketahanan kendaraan, Chery mengaku menimba ilmu dari Toyota. Sementara untuk teknologi mobil listrik, Tesla jadi rujukan mereka.
"Chery punya 20 jutaan pengguna di dunia. Mari bantu kami mengubah teknologi tinggi menjadi kebutuhan sehari-hari dan AI akan membawa Chery ke era 3.0," ujar Zhang di Wuhu, China.
Pernyataan itu menegaskan arah Chery ke depan: bukan lagi sekadar pabrikan konvensional. Zhang bahkan menjanjikan wajah berbeda pada 2035.
Investasi US$ 5 Miliar untuk NEV dan AI
Selama lima tahun terakhir, Chery menggelontorkan US$ 5 miliar untuk mengembangkan industri kunci seperti NEV (New Energy Vehicle). Angka itu disebut sebagai bekal agar bisa unggul dalam persaingan global.
"Agar kita unggul, kami harus menerima AI dan evolusi industri. Selama lima tahun terakhir, kami telah berinvestasi US$ 5 miliar untuk mengembangkan industri kunci seperti NEV," kata Zhang.
Ambisi ini bukan tanpa catatan. Chery tetap harus membuktikan bahwa investasi besar tersebut berdampak nyata ke produk yang dijual di pasar konsumen, termasuk Indonesia.
Ekspor 943 Ribu Unit, Rekor Empat Bulan Beruntun
Data CnEVPost mencatat Chery Group mengekspor 943 ribuan kendaraan pada paruh pertama tahun ini. Angka itu naik 71,5% dibanding periode sama tahun lalu (year-on-year).
Pada Juni saja, Chery mengekspor 191 ribuan mobil. Capaian tersebut menjadi rekor bulanan selama empat bulan berturut-turut. Artinya, satu unit kendaraan Chery dikirim ke luar negeri setiap 17 detik.
- Penjualan kumulatif global: 20 juta unit
- Ekspor semester I: 943 ribu unit (+71,5% YoY)
- Ekspor Juni: 191 ribu unit
- Investasi NEV dan AI: US$ 5 miliar dalam lima tahun
- Jangkauan operasional: lebih dari 130 negara dan wilayah
Dari 1 Juta Unit 2007 ke 20 Juta Unit Sekarang
Chery berdiri pada 1997 atau 29 tahun lalu. Pada 2007, mereka menjadi merek China pertama yang mencapai akumulasi penjualan 1 juta unit.
Kini grup tersebut menaungi sejumlah merek, termasuk Chery, Exeed, Fulwin, iCar, Luxeed, dan Jetour. Ekspansi merek ini jadi salah satu strategi Chery menyasar segmen berbeda di berbagai pasar.
Bagi konsumen Indonesia, capaian global Chery perlu dibaca dengan konteks lokal. Jaringan layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang di dalam negeri tetap jadi penentu utama, bukan sekadar angka penjualan dunia.