MARTAPURA — Ketua FKUB Banjar H Erfan Maulana menyampaikan hasil audiensi itu usai pertemuan. Menurut dia, program Desa Rukun merupakan tindak lanjut kerja sama antara Kementerian Agama pusat dan daerah dengan FKUB. Pemerintah daerah diminta membentuk desa-desa percontohan yang diisi warga lintas agama.
Apa Itu Desa Rukun dan Siapa yang Menginisiasi
Erfan menjelaskan, Desa Rukun dirancang sebagai tolok ukur kerukunan di tingkat tapak. Warga di desa percontohan itu diharapkan saling bertoleransi dan menghormati perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui inisiatif ini, pemerintah daerah diminta untuk membentuk desa-desa percontohan yang disebut Desa Rukun. Desa ini diisi oleh masyarakat dari berbagai latar belakang agama yang hidup berdampingan secara harmonis," ujar Erfan.
Inisiatif tersebut bukan program tunggal. FKUB Banjar juga menyiapkan sejumlah agenda prioritas menjelang akhir tahun, mulai dari penguatan dialog antarumat beragama hingga Cerdas Cermat Kerukunan tingkat SD/MI dan SMP/MTs.
Pengurus Baru, Target Program Sampai 2031
Erfan menyebut audiensi ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi pengurus baru FKUB dengan kepala daerah. Pihaknya memaparkan rencana program yang akan dijalankan hingga 2031.
"Karena kita pengurus baru, jadi kami silaturahmi sekaligus menyampaikan program-program FKUB sampai dengan tahun 2031," tambah dia.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur menerima kunjungan tersebut di Mahligai Sultan Adam. Audiensi turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Rakhmat Dhany, Kepala Bakesbangpol Banjar Tofik Norman Hidayat, serta Sekretaris Disdik Banjar Tisnohadi Harimurti.
Soal Isu Rumah Ibadah, FKUB Klaim Situasi Kondusif
Erfan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Banjar terpantau aman. Potensi kemunculan isu rumah ibadah atau keagamaan, kata dia, sudah diantisipasi melalui pendekatan persuasif dan kebersamaan.
"Konflik alhamdulillah sudah damai, terkondisikan dengan baik. Insya Allah untuk Kabupaten Banjar kondusif untuk masalah keagamaan," pungkas dia.
Bagi warga Banjar, hasil audiensi ini menentukan seberapa cepat Desa Rukun masuk tahap pembentukan. FKUB belum memerinci lokasi calon desa percontohan maupun jadwal resminya.