Pencarian

FKIP Uniska Banjarmasin Ubah Permainan Bapidak Jadi Media Belajar, Latih 20 Anak KJP Youth Community

Rabu, 23 September 2026 • 09:16:01 WIB
FKIP Uniska Banjarmasin Ubah Permainan Bapidak Jadi Media Belajar, Latih 20 Anak KJP Youth Community
Ketua pelaksana Muhammad Eka Prasetia, S.Pd., M.Pd. memaparkan inovasi media pembelajaran berbasis permainan Bapidak di Banjarmasin.

BANJARMASIN — Program pengabdian kepada masyarakat bertema "Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Permainan Bapidak untuk Mengoptimalkan Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik pada Anak" itu digelar FKIP Uniska MAB Banjarmasin. Ketua pelaksana Muhammad Eka Prasetia, S.Pd., M.Pd, mengatakan permainan tradisional dipilih karena mengandung unsur aktivitas, interaksi, pengalaman langsung, dan kerja sama.

Menurut Eka, anak memiliki karakteristik dan cara belajar yang beragam. Metode pembelajaran yang hanya mengandalkan penyampaian materi secara konvensional dinilai tidak cukup.

Mengapa Bapidak Dipilih sebagai Media Belajar

"Permainan tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik, interaktif dan kontekstual," kata Eka.

Melalui permainan Bapidak, peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas kelompok yang mengintegrasikan unsur visual, auditori, dan kinestetik. Anak tidak sekadar menerima materi, tetapi juga belajar lewat pengalaman, diskusi, dan kerja sama dengan teman sebaya.

"Permainan ini dirancang untuk mendorong remaja belajar melalui pengalaman langsung, diskusi serta kerja sama tim sehingga dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar," ujarnya.

Empat Tahap Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan program dilakukan melalui sejumlah tahapan. Dimulai dari sosialisasi, lalu pelatihan penggunaan media permainan Bapidak, kegiatan pembelajaran interaktif, hingga evaluasi terhadap keterlibatan dan respons peserta selama kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, Eka Prasetia bertindak sebagai ketua pelaksana, didampingi Rudi Haryadi, M.Pd sebagai anggota.

Harapan agar Bapidak Tetap Dikenal Generasi Muda

Eka berharap inovasi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang menyenangkan. Sekaligus turut mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.

"Harapannya, permainan Bapidak tidak hanya tetap dikenal sebagai permainan tradisional, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan anak," katanya.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalimantanpost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks