Pencarian

Peran Keluarga dalam Membangun Karakter dan Kepemimpinan Anak Sejak Dini

Minggu, 27 September 2026 • 09:22:31 WIB
Peran Keluarga dalam Membangun Karakter dan Kepemimpinan Anak Sejak Dini
Ayah dan bunda wali murid SD Muhammadiyah 16 Surabaya menghadiri seminar parenting The Family The Leader di Auditorium Ternate Aseec Tower Universitas Airlangga, Sabtu (26/9/2026).

KALIMANTAN SELATAN — Kepemimpinan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah. Orang tua memegang peran pertama sebagai contoh nyata di rumah, dan sinergi keduanya jadi kunci utama keberhasilan pendidikan. Simak bagaimana Sekolah Kreatif Baratajaya memperkuat peran keluarga lewat seminar parenting The Family The Leader.

Sebanyak ayah dan bunda wali murid SD Muhammadiyah 16 Surabaya memadati Auditorium Ternate Aseec Tower Universitas Airlangga pada Sabtu (26/9/2026). Mereka hadir untuk mengikuti seminar parenting bertema The Family The Leader. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama antara pihak sekolah dan orang tua.

Melalui seminar tersebut, Sekolah Kreatif Baratajaya menegaskan bahwa pendidikan anak tidak bisa berjalan sendiri. Sekolah dan keluarga perlu saling menguatkan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Mengapa Peran Orang Tua Jadi Fondasi Utama

Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya Ely Rhodlifah, S.H., M.Pd., menekankan bahwa pendidikan kepemimpinan bukan hanya tanggung jawab sekolah. Orang tua memiliki peran penting sebagai contoh pertama bagi anak di lingkungan keluarga.

"Nilai-nilai kepemimpinan dapat dijalankan oleh para ayah dan bunda. Keberadaan orang tua menjadi role model kepemimpinan di rumah," ujarnya.

Menurut Ely, Sekolah Kreatif Baratajaya terus membangun sinergi antara sekolah, siswa, dan orang tua. "Karena pendidikan anak tidak bisa berjalan sendiri. Sekolah dan keluarga harus saling menguatkan," ujarnya.

Pembagian Peran Keluarga dan Sekolah

Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Ridwan, M.Pd., menegaskan pentingnya pembagian peran yang jelas. Keluarga menjadi pondasi utama dalam penanaman akhlak dan karakter anak.

"Fondasi penanaman akhlak dan karakter adalah tanggung jawab keluarga. Fondasi ilmu pengetahuan menjadi tanggung jawab guru dan sekolah," tegasnya.

Ridwan juga mengajak orang tua mendukung pembiasaan sekolah melalui program Seven Habits. "Seven Habits mohon untuk didukung. Tentu di rumah kebiasaan tersebut harus berjalan," ujarnya.

Parent Lighthouse Team, Wujud Nyata Keterlibatan Orang Tua

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Parent Lighthouse Team (PLhT). Kehadiran tim ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan orang tua dalam mendukung budaya kepemimpinan di sekolah.

Ketua Komite SD Muhammadiyah 16 Surabaya Anda Marzudinta menyebut seminar parenting sebagai bentuk kolaborasi. "Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara sekolah dan orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak secara bersama-sama," tuturnya.

Ketua Panitia Fatimah turut menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang hadir. "Terima kasih atas kesediaan ayah dan bunda meluangkan waktu untuk hadir dalam seminar parenting ini," ujarnya.

Belajar Sambil Bermain di Sekolah Kreatif

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Surabaya Dikky Syadqumullah, M.Hes., menyebut Sekolah Kreatif Baratajaya memiliki kedekatan khusus baginya. Ia mengaku pernah menjadi bagian dari sekolah tersebut dan mempercayakan pendidikan anak-anaknya di sana.

"Sekolah Kreatif sebagai rumah kita. Saya dulu juga alumni, dan anak saya semua juga saya titipkan di Sekolah Kreatif," ungkapnya.

Menurut Dikky, lingkungan sekolah yang menggabungkan proses belajar dan bermain menjadi ruang tumbuh yang cocok bagi anak. "Di Sekolah Kreatif ini adalah tempat yang cocok karena di sini anak kita juga bisa belajar dan bermain," ujarnya.

Ia menambahkan, seminar parenting menjadi momentum menyamakan langkah antara orang tua dan sekolah. "Tumbuh kembang anak kita menjadi tanggung jawab bersama," lanjutnya.

Penerapan Seven Habits dalam Keseharian Anak

Memasuki sesi utama, seminar dipandu Ira Nurmasari, S.Pd. Ia mengajak peserta melihat kembali penerapan kurikulum Leader in Me yang telah berlangsung selama tiga tahun di Sekolah Kreatif Baratajaya.

Salah satu siswa, Namia Aleesya Oxavia, turut berbagi pengalaman mengenai penerapan Seven Habits dalam kehidupan sehari-hari. "Saya di rumah menerapkan Seven Habits, yaitu dahulukan yang utama," ujarnya.

Rangkaian acara juga dimeriahkan penampilan Band Kreatif yang membawakan lagu Kita Usahakan Lagi dan Kamu Nggak Sendiri. Suasana auditorium pun semakin cair, membuat para ayah dan bunda menikmati jalannya acara.

Seminar ini menegaskan satu hal: membangun karakter dan jiwa kepemimpinan anak butuh kerja sama erat antara rumah dan sekolah. Ketika orang tua dan guru berjalan searah, anak tumbuh dengan fondasi yang lebih kuat.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tagar.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks