Pencarian

Baterai hingga Sensor: Lapisan Keselamatan Kendaraan Listrik yang Jarang Disadari Pemilik

Selasa, 08 September 2026 • 19:19:01 WIB
Baterai hingga Sensor: Lapisan Keselamatan Kendaraan Listrik yang Jarang Disadari Pemilik
Baterai kendaraan listrik dipantau secara real-time oleh Battery Management System (BMS) untuk menjaga suhu dan keseimbangan tegangan antar-sel.

KALIMANTAN SELATAN — Keselamatan menjadi fondasi utama pengembangan kendaraan listrik (EV) di tengah meningkatnya adopsi mobil ramah lingkungan di Indonesia. Produsen tidak hanya berfokus pada jarak tempuh, tetapi juga membekali kendaraan dengan sistem proteksi berlapis yang bekerja otomatis—dari komponen paling vital seperti baterai hingga teknologi sensor di sekeliling bodi.

Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut salah satu garda terdepan keselamatan EV adalah Battery Management System (BMS). Komponen ini menjadi "otak" yang memastikan setiap sel baterai bekerja dalam kondisi ideal.

BMS: Penjaga Suhu dan Keseimbangan Sel Baterai

BMS memantau secara real-time suhu, tegangan, dan arus listrik pada paket baterai. Sistem ini dirancang untuk mencegah risiko overcharging, pengosongan daya berlebih, hingga kenaikan suhu abnormal yang bisa memicu kebakaran.

Perekayasa Ahli Madya BRIN, Eka Rakhman Priandana, menjelaskan mekanisme kerja sistem tersebut meniru prinsip keseimbangan antar-sel. Ketika suhu baterai menyentuh ambang batas 40 derajat Celsius, sistem penahan langsung aktif untuk meredam panas.

"BMS itu ada rangkaian yang mengatur setiap sel yang memiliki tegangan dan kapasitas yang disamakan. Artinya pada saat dicas ataupun dibuang, setiap selnya itu diseimbangkan," ujar Eka dalam keterangan yang dikutip Antara, Selasa (8/9/2026).

Perlindungan Ganda dari Pelindung Baterai hingga Isolasi Tegangan Tinggi

Selain BMS, paket baterai ditempatkan dalam pelindung khusus yang dirancang tahan benturan. Sejumlah model bahkan dilengkapi sistem pendingin aktif agar suhu tetap stabil, baik saat kendaraan melaju maupun ketika proses pengisian daya berlangsung.

Lapisan keselamatan berikutnya berada pada sistem kelistrikan bertegangan tinggi. Mengutip laman Bosch Mobility, EV dibekali isolasi pada kabel dan komponen bertegangan tinggi, plus mekanisme pemutus arus otomatis. Sistem ini bekerja ketika terjadi gangguan atau benturan keras, meminimalisir risiko sengatan listrik dan kerusakan lanjutan.

Sensor dan Fitur Aktif: Mata Ekstra yang Melindungi Pengemudi

Di luar proteksi internal, mobil listrik modern mengandalkan kombinasi kamera, radar, dan sensor ultrasonik untuk memantau kondisi sekitar kendaraan. Data dari sensor ini diintegrasikan ke fitur keselamatan aktif seperti pengereman darurat otomatis, peringatan tabrakan depan, blind spot warning, hingga lane keeping assist.

Teknologi ini bekerja untuk mengantisipasi kesalahan manusia yang menjadi penyebab mayoritas kecelakaan di jalan raya. Dengan kombinasi perlindungan pada baterai, sistem kelistrikan, dan dukungan sensor, EV dirancang memberikan rasa aman menyeluruh—bukan hanya untuk pengemudi, tetapi juga penumpang.

Perlindungan berlapis ini menjadi nilai jual yang semakin relevan bagi konsumen Indonesia yang mulai mempertimbangkan EV sebagai kendaraan harian, seiring bertambahnya infrastruktur pengisian daya di berbagai kota.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks