Pencarian

Trump Sebut AS Sedang Berperang dengan Iran, Bantah Pernyataan Wapres Vance

Sabtu, 05 September 2026 • 09:37:01 WIB
Trump Sebut AS Sedang Berperang dengan Iran, Bantah Pernyataan Wapres Vance
Presiden AS Donald Trump membantah pernyataan Wakil Presiden JD Vance yang menilai situasi dengan Iran belum masuk kategori perang.

KALIMANTAN SELATAN — Perbedaan pandangan antara Trump dan Vance terpublikasi setelah pernyataan Vance pada Kamis (4/9/2026) yang menyebutkan bahwa situasi sekitar Iran belum masuk kategori perang. Argumentasi Vance berlandaskan pada tidak adanya operasi militer aktif yang masif, di mana serangan yang terjadi pada 30 Agustus dan 2 September dinilai hanya bersifat sporadis.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons bantahan dari Trump. Melalui akun media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa AS masih berada dalam status perang aktif melawan Iran, mengonfirmasi eskalasi konflik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Kritik Pedas Trump kepada Partai Demokrat di Tengah Konflik

Dalam unggahannya, Trump secara spesifik menyalahkan pihak oposisi domestiknya. Ia menilai terdapat upaya sistematis dari kalangan tertentu untuk melemahkan posisi negosiasi AS di medan konflik.

"Kaum kiri radikal gila, Demokrat, dan komunis lebih memilih kita kalah dalam perang di Iran, ketimbang Presiden Donald J Trump memenangkan perang," tulis Trump di akun Truth Social, menyiratkan adanya sabotase politik internal di tengah ketegangan militer.

Pernyataan ini menandai eskalasi retorika politik domestik AS yang beririsan langsung dengan kebijakan luar negeri. Sikap keras Trump terhadap Iran selama ini memang konsisten, namun nada serangannya terhadap Demokrat kali ini menyoroti dimensi politik pemilu yang kental di balik keputusan strategis militer.

Kontras Narasi di Tubuh Pemerintahan AS

Perbedaan framing antara presiden dan wakil presiden ini menjadi sinyal adanya tarik-menarik kepentingan di internal Gedung Putih. JD Vance yang kerap tampil sebagai suara moderat di hadapan publik, mencoba meredam persepsi eskalasi, sementara Trump justru mengambil sikap ofensif.

Ketegangan ini muncul di tengah meningkatnya frekuensi serangan yang menyasar fasilitas nuklir Iran. Trump sebelumnya juga mengisyaratkan rencana serangan terhadap sebuah fasilitas yang disebutnya sebagai "Gunung Pickaxe", sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian program nuklir Iran.

Ancaman balasan dari Iran pun telah dilontarkan, memperingatkan AS akan menghadapi "bulan-bulan yang kelam" jika konflik terus dipicu. Peringatan tersebut menambah urgensi bagi pemerintahan AS untuk menyatukan suara, meski saat ini justru terjadi kontradiksi narasi di pucuk pimpinan eksekutif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Pertahanan AS mengenai perbedaan pernyataan kedua pejabat tertinggi negara tersebut. Yang jelas, kebijakan luar negeri AS terhadap Iran saat ini berada di persimpangan antara retorika perang total dan upaya de-eskalasi.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks