Pencarian

Rupiah Tertekan ke Rp17.774 per Dolar AS Rabu Pagi, Konflik AS-Iran Dongkrak Harga Minyak Dunia

Rabu, 02 September 2026 • 14:24:02 WIB
Rupiah Tertekan ke Rp17.774 per Dolar AS Rabu Pagi, Konflik AS-Iran Dongkrak Harga Minyak Dunia
Rupiah melemah 30 poin ke Rp17.774 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi seiring eskalasi konflik AS-Iran yang mendongkrak harga minyak dunia.

JAKARTA — Titik terendah pergerakan rupiah hari ini diproyeksikan menyentuh level Rp17.820 per dolar AS. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai sentimen negatif masih mendominasi pasar keuangan domestik, khususnya dari harga komoditas energi yang terus merangkak naik.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah masih bertengger di posisi Rp17.744 per dolar AS. Dengan demikian, pelemahan pagi ini tercatat 30 poin atau setara 0,17 persen.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.750 - Rp17.820 dipengaruhi oleh global masih berlanjutnya kenaikan harga minyak seiring meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” kata Rully kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Serangan di Iran dan Peluang Kenaikan Bunga The Fed

Kantor berita Rusia, Sputnik, melaporkan bahwa militer AS menyerang sebuah acara pernikahan di Iran. Empat orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Total akumulasi serangan AS di berbagai wilayah Iran juga menyebabkan 50 orang menderita luka-luka.

Di sisi lain, sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat turut membebani mata uang negara berkembang. Pelaku pasar kini menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi 66 persen, melonjak dari sebelumnya yang hanya 35 persen.

Kenaikan suku bunga acuan diperkirakan sebesar 25 basis poin sehingga membawanya ke level 4 persen.

Tekanan Ganda dari Surplus Dagang dan Inflasi Domestik

Dari dalam negeri, rupiah juga kehilangan daya tahan akibat menyempitnya surplus neraca perdagangan. Tren kenaikan permintaan dolar AS untuk kebutuhan impor dinilai menekan nilai tukar di pasar domestik.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar 3,70 miliar dolar AS sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Laju inflasi yang meningkat juga menjadi perhatian analis. BPS mencatat inflasi Agustus 2026 mencapai 0,21 persen secara bulanan (month-to-month).

Pelemahan rupiah yang berlanjut berpotensi menambah tekanan pada pengendalian harga, terutama untuk komoditas yang masih mengandalkan pasokan impor. Pergerakan kurs hari ini akan menjadi sinyal seberapa kuat pasar mencerna kombinasi risiko eksternal dan fundamental ekonomi domestik yang sedang melambat.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks