Lapas Kelas III Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mengoperasikan UMKM depot air minum isi ulang dan pengolahan es kristal sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Setiap kamar hunian menerima jatah dua galon air minum gratis setiap hari, sementara es kristal dijual dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan selama musim kemarau.
BATULICIN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mendorong kemandirian warga binaan melalui usaha mikro kecil menengah (UMKM) depot air minum isi ulang dan pengolahan es kristal. Layanan ini dikelola langsung oleh warga binaan sebagai bagian dari kegiatan pembinaan yang produktif.
Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengatakan bahwa pemberian air minum gratis ini merupakan upaya untuk memastikan kebutuhan dasar warga binaan terpenuhi secara rutin dan merata.
Jatah 2 Galon Air Gratis per Kamar Hunian
Setiap kamar hunian di Lapas Batulicin mendapatkan jatah dua galon air isi ulang secara gratis setiap harinya. Kebijakan ini diambil agar seluruh warga binaan memiliki akses yang sama terhadap air minum yang layak.
Menurut Thoha, ketersediaan air minum merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh terputus. Pemberian jatah tersebut dilakukan secara terjadwal agar distribusinya merata ke seluruh blok hunian.
Es Kristal Jadi Andalan saat Musim Kemarau
Selain air isi ulang, Lapas Batulicin juga menyediakan es kristal yang dijual dengan harga terjangkau. Keberadaan es kristal dinilai semakin dibutuhkan, terutama ketika cuaca panas melanda pada musim kemarau yang meningkatkan permintaan minuman dingin.
"Air isi ulang menjadi kebutuhan dasar yang harus tersedia secara rutin, sehingga setiap kamar hunian mendapatkan dua galon secara gratis setiap hari. Sementara es kristal disediakan dengan harga terjangkau agar Warga Binaan tetap dapat memenuhi kebutuhan tersebut, khususnya ketika cuaca panas selama musim kemarau," kata Thoha didampingi Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan.
Membangun Etos Kerja dan Tanggung Jawab
Pengelolaan depot air minum dan produksi es kristal ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian. Harapannya, warga binaan tidak hanya sekadar menjadi konsumen, tetapi juga terlibat aktif dalam proses produksi dan manajemen usaha kecil tersebut.
Melalui kegiatan ini, warga binaan belajar menjalankan pekerjaan secara tertib, bertanggung jawab, dan peka terhadap kebutuhan lingkungan sekitar. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat.
Warga Binaan Merasa Terbantu
Salah seorang warga binaan berinisial P mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan ini. Ia menyebut jatah air gratis setiap hari membuat kebutuhan minum lebih mudah terpenuhi tanpa harus membeli.
"Kami sangat terbantu karena setiap kamar mendapatkan dua galon air secara gratis setiap hari. Es kristal juga cukup membantu saat cuaca panas, apalagi musim kemarau seperti sekarang, dan harganya juga terjangkau bagi kami," ungkap P.
Thoha menambahkan, penyediaan layanan ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan harian sekaligus mendukung kelancaran kegiatan pembinaan di dalam lapas. Pihaknya akan terus mengevaluasi kualitas dan aksesibilitas layanan untuk seluruh warga binaan.