BATULICIN — Ratusan porsi makanan disiapkan Lapas Kelas III Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, untuk dibagikan kepada warga binaan dalam program Jumat berkah. Kegiatan ini berlangsung setelah seluruh rangkaian Salat Jumat selesai dilaksanakan.
Petugas Lapas Batulicin, Danu Pramusinta, mengatakan mekanisme pembagian makanan dilakukan secara tertib. Raut senyum dan kebahagiaan terlihat jelas saat para warga binaan menerima hidangan yang telah disiapkan petugas.
Bentuk Perhatian di Tengah Pembinaan
Menurut Danu, program Jumat berkah tidak sekadar kegiatan berbagi makanan. Lapas Batulicin menjadikannya sarana membangun suasana pembinaan yang humanis dan penuh kepedulian terhadap warga binaan.
Kehadiran kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi warga binaan. Konsistensi berbagi menjadi bagian dari upaya Lapas menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembinaan.
Harapan Warga Binaan
Seorang warga binaan berinisial U mengaku senang menerima makanan dalam kegiatan Jumat berkah. Baginya, perhatian yang diberikan Lapas menjadi pengingat bahwa kebaikan dapat dirasakan melalui hal-hal sederhana.
"Kami sangat bersyukur dan senang menerima makanan ini. Bukan hanya makanannya, tetapi perhatian yang diberikan membuat kami merasa diperhatikan dan semakin menghargai setiap kebaikan yang hadir selama menjalani pembinaan," ungkap U.
Melalui kepedulian yang diberikan secara nyata, warga binaan diharapkan tetap merasakan perhatian dan dukungan selama menjalani masa pembinaan di Lapas Batulicin.
Mempererat Kebersamaan Petugas dan Warga Binaan
Danu menyampaikan bahwa Jumat berkah menjadi kesempatan untuk menghadirkan kebahagiaan melalui hal sederhana. Berbagi makanan dinilai dapat mempererat rasa kebersamaan antara petugas dan warga binaan.
"Jumat berkah menjadi ruang sederhana untuk berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi warga binaan. Kami berharap makanan yang dibagikan dapat menjadi bentuk perhatian yang menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian di lingkungan Lapas," ungkap Danu Pramusinta.