Pencarian

Kabut Asap Karhutla Pekat, Pemkab Banjar Siapkan PJJ dan Imbau Sekolah Pantau Kesehatan Siswa

Minggu, 30 Agustus 2026 • 00:11:01 WIB
Kabut Asap Karhutla Pekat, Pemkab Banjar Siapkan PJJ dan Imbau Sekolah Pantau Kesehatan Siswa
Kabut asap pekat menyelimuti kawasan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (29/8/2025).

MARTAPURA — Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mulai mengaktifkan rencana darurat sektor pendidikan menyusul meningkatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar telah memerintahkan seluruh sekolah untuk memantau kondisi udara secara ketat dan menyiapkan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila situasi memburuk.

Langkah ini ditempuh bukan tanpa alasan. Konsentrasi kabut asap yang semakin tebal dinilai berpotensi mengganggu kesehatan siswa dan tenaga pendidik jika aktivitas belajar mengajar tetap dipaksakan berlangsung di luar ruangan.

Kapan PJJ Diterapkan di Sekolah?

Kepala Disdik Kabupaten Banjar Liana Penny menyebut penerapan PJJ tidak akan dilakukan serentak. Kebijakan ini bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi lapangan di masing-masing kecamatan serta perkembangan sebaran asap.

"Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama. Kami terus memantau kondisi sekolah-sekolah dan menyiapkan langkah alternatif apabila situasi kabut asap semakin memburuk," ujar Liana Penny di Martapura, Sabtu (29/8).

Pihak sekolah diberikan ruang untuk menentukan pola pembelajaran yang paling aman, selama tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Dengan skema ini, proses pendidikan diharapkan tidak terhenti meski siswa tidak bisa beraktivitas di luar rumah.

Instruksi Disdik ke Seluruh Satuan Pendidikan

Disdik Kabupaten Banjar meminta setiap sekolah memperketat pengawasan terhadap kondisi kesehatan peserta didik selama jam pelajaran berlangsung. Jika asap dirasa semakin pekat dan membahayakan, sekolah diminta segera mengambil langkah penyesuaian tanpa menunggu instruksi lanjutan dari pusat.

Selain itu, komunikasi dengan orang tua juga diperkuat. Sekolah diminta melaporkan secara cepat apabila ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat menghirup asap atau ketika kegiatan belajar mengajar mulai terganggu.

"Pembelajaran tetap harus berjalan, namun kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu kami menyiapkan berbagai opsi agar pendidikan tetap berlangsung dengan aman," kata Liana.

Imbauan untuk Warga Banjar

Di luar sektor pendidikan, Pemkab Banjar terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani karhutla dan memantau perkembangan kualitas udara secara berkala. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap memburuk.

Penggunaan masker juga disarankan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang lebih sensitif terhadap polusi udara. Kewaspadaan ekstra diperlukan mengingat dampak kabut asap bisa memicu gangguan pernapasan akut jika dibiarkan.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks