Pencarian

Telin Siap Garap Kabel Laut ke Afrika hingga Amerika Latin, Incar Peluang Bisnis AI

Rabu, 26 Agustus 2026 • 08:52:01 WIB
Telin Siap Garap Kabel Laut ke Afrika hingga Amerika Latin, Incar Peluang Bisnis AI
Direktur Utama Telin Abdul Rahman Ansyori memaparkan rencana ekspansi kabel laut ke Afrika dan Amerika Latin di sela konferensi pers BATIC 2026 di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/8).

KALIMANTAN SELATAN — Lonjakan kebutuhan data akibat perkembangan artificial intelligence (AI) memaksa operator telekomunikasi bergerak cepat. Telin menilai peluang itu masih terbuka lebar, terutama di koridor yang belum tergarap optimal. Karena itu, koridor baru seperti Afrika dan Amerika Latin masuk dalam peta ekspansi perseroan.

“Rencana investasi akan jalan terus dan akan kami lakukan sesuai dengan arahan grup. Tetapi akan kami lakukan dengan sangat prudent dan dengan sangat hati-hati agar memastikan bahwa setiap rupiah yang kita keluarkan selalu akan kembali ke negara,” ujar CEO Telin Abdul Rahman Ansyori di sela konferensi pers BATIC 2026 di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/8).

Kapasitas Bifrost Ludes, Permintaan Tumbuh Lebih Cepat dari Infrastruktur

Telin saat ini mengoperasikan tiga koridor utama: inter-Asia, trans-Pasifik yang menghubungkan Asia-Amerika, serta Asia-Eropa. Dari ketiganya, kebutuhan bandwidth untuk komputasi AI tercatat mencapai 10 kali lipat dibandingkan kebutuhan biasa.

Fenomena itu terbukti dari proyek kabel laut Bifrost. Pembangunan kabel yang menghubungkan Singapura hingga Amerika Serikat melalui perairan Indonesia itu memakan waktu lima tahun. Namun, kapasitasnya habis terserap dalam waktu kurang dari satu tahun setelah rampung.

“Pembangunan kabel ke depan juga bukan lagi kita lakukan dengan pola yang sama, cuma melihat link per link atau negara per negara, tetapi harus melihatnya per koridor,” kata Ansyori.

Uji Pasar Dulu, Baru Bangun Infrastruktur

Ekspansi ke pasar baru tidak serta-merta diwujudkan dengan pembangunan fisik. Telin akan menguji potensi pasar lewat skema penjualan kembali kapasitas atau reselling. Jika permintaan sudah terbentuk dan kapasitas terserap, barulah investasi infrastruktur dipertimbangkan.

Pendekatan ini dipilih agar setiap investasi benar-benar menghasilkan. Telin juga akan mengamankan sejumlah titik strategis di setiap koridor untuk membentuk jaringan end-to-end, bukan sekadar menghubungkan satu negara ke negara lain.

Saat ini Telin beroperasi di 10 negara dan memiliki lima kantor perwakilan di delapan negara. Perluasan itu menuntut kepatuhan terhadap regulasi berbeda di tiap negara, mulai dari perlindungan data, keamanan jaringan, hingga persyaratan tenaga kerja lokal.

“Compliance tetap menjadi sesuatu yang kami ikuti dan kami fokuskan agar bisnis Telin bukan hanya mengejar keuntungan sesaat, tetapi lebih memikirkan bagaimana bisnis ini tidak hanya short oriented, tetapi juga long term oriented,” ujar Ansyori.

ICE, Program Strategis 14 Proyek Kabel Laut

Ekspansi Telin merupakan bagian dari program strategis Telkom bernama Indonesia Cable Express (ICE). Program ini terdiri dari 14 proyek kabel laut yang dirancang menghubungkan Indonesia dengan Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Australia.

Dalam pembangunan kabel lintas negara, Telin menggandeng operator lokal di negara yang dilalui jaringan. Kerja sama itu mencakup pengurusan perizinan, pemenuhan ketentuan regulasi, serta memastikan operasional jaringan berjalan sesuai aturan setempat.

Presiden Direktur Telkom Indonesia Dian Siswarini menilai negara-negara Asia tengah agresif berinvestasi di bisnis AI. Namun, Indonesia masih punya peluang untuk menangkap pasar tersebut melalui penguatan infrastruktur konektivitas internasional.

Langkah Telin ini menjadi penanda bahwa operator telekomunikasi Indonesia tidak hanya bermain di pasar domestik. Dengan kabel laut yang membentang lintas benua, Telkom Group berpeluang menangkap pertumbuhan ekonomi digital global yang makin mengandalkan konektivitas berkecepatan tinggi.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks