KALIMANTAN SELATAN — Pengadilan Tinggi Keadilan Olahraga Brasil (STJD) resmi menghukum Victor Gabriel (22) dengan larangan bermain yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bek Internacional itu dianggap melakukan pelanggaran 'disproporsional dan ceroboh' yang berujung pada operasi dan absen panjang Gabriel Pec, eks pemain Los Angeles Galaxy yang baru bergabung dengan Cruzeiro bulan ini.
Sanksi Terkait Masa Pemulihan Korban
Kode Disiplin Olahraga Brasil (CBJD) memberi wewenang kepada STJD untuk menggantung atlet yang melakukan kekerasan serius hingga korban kembali berlatih. Aturan ini memiliki batas maksimal 180 hari atau enam bulan — tepatnya hukuman yang kini diterima Gabriel.
Dalam sidang komite, Gabriel mengaku menyesali insiden tersebut. “Saya merasa akan mencapai bola lebih dulu, dan saya benar-benar menyentuhnya. Karena lapangan licin dan basah, saya tidak sempat menarik kaki kembali,” ujarnya seperti dikutip The Athletic. Ia bersikeras tidak ada niat untuk melukai rekan seprofesinya.
VAR Audio Palsu Warnai Sidang
Sidang berlangsung ricuh setelah tim kuasa hukum Internacional dan Gabriel mengajukan bukti audio VAR yang ternyata diunduh dari media sosial. Mereka akhirnya menarik bukti tersebut setelah gagal membuktikan kredibilitasnya. Gabriel sendiri tidak membantah bahwa tekelnya berbahaya, namun menolak tuduhan berniat mencederai Pec.
Dampak ke Performa Internacional
Hukuman ini menjadi pukulan telak bagi Internacional yang sedang terpuruk. Laga melawan Athletico Paranaense, Jumat lalu, menjadi pertandingan pertama dari skorsing terbaru Gabriel — sekaligus kekalahan keempat beruntun Internacional di Serie A. Bek berusia 22 tahun itu baru bergabung permanen dari Sport Recife pada Januari lalu dan telah mencatat 22 penampilan liga musim ini.
Dengan absennya Gabriel hingga enam bulan ke depan, Internacional harus mencari solusi di lini belakang untuk menghentikan tren negatif di kompetisi tertinggi Brasil.